Pemilik Hati Sang Kekasih

Cinta;
Biarlah ia termakna kata kerja meski hanya menjelma senyum simpul pada semburat purnama.

Fana telah merenggutnya namun jiwa tak mampu mengibas segala kata dan rona wajahnya.

Cinta;
Biarlah kita belajar dari (pemilik hati) sang maha gurunya; tentang cinta dan kesejatiannya.

Inilah kisah cinta sang kekasih; perihal yang tak pernah kelu aku merapalnya..

Duhai pemilik hati sang kekasih; pada hatimu aku mampu bercermin, tentang sosok wanita mulia penghulu wanita surga.

Duhai pemilik hati sang kekasih; kisahmu begitu masyhur, budimu begitu luhur. Aku dengar bahwa jauh sebelum kau tetapkan hati pada seseorang pemuda al-amin lagi terjaga dalam menjaga itu, kau sesungguhnya telah mempersiapkan diri. Pesan nubuwat merebak hingga kepelosok negri.

Duhai pemilik hati sang kekasih; Hari-hari setelah sang kekasih berlarian dengan wajah penuh peluh, kau tak lagi mampu menemukan lelap dalam nyanyain gemintang. Namun, tak sedikit pun sesal dan segala kesah kau lontarkan; hingga Allah titipkan salam dan janjikan rumah tanpa lelah dan kebisingan.

Duhai pemilik hati sang kekasih; Padamu izinkan aku mereguk mata air tentang cara kerja cinta, tentang bagaimana simpul iman dan kasih sayang membentuk simfoni irama semesta.

Padamu..
Duhai pemilik hati sang kekasih; Pada kelapangan hati, kelembutan "sentuhan", tatapan yang menentramkan, tutur kata peluruh resah. Aku belajar berjuta hikmah.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)