Posts

Showing posts from May, 2020

nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (2)

Mampu berlama dalam mentadabburi dan dapat menggali banyak inspirasi merupakan karunia dari Allah, nak. Jika kelak kau Allah mampukan menjejakinya maka syukuri dengan sepenuh taat dan berdoalah agar mampu menjadikannya amal nyata. Masih tentang surat an.nur dan mungkin pada beberapa tulisan selanjutnya, kita akan menikmati hidangan Allah ini lebih dalam, insyaallah. Berprasangka baik pada diri sendiri Ada dialog menarik yang diabadikan oleh sejarah dalam tragedi fitnah yang menimpa ibunda kita, nak. Ialah percakapan Abu Ayyub Al-Anshari r.a dengan istrinya. "Andaikan dinda menjadi 'aisyah, mungkinkah dinda melakukan yang ramai dibicarakan " tanya abu Ayyub penuh cinta kepada sang istri. Istrinya menjawab " tidak akan!" " Aisyah lebih baik dari Dinda" Abu Ayyub melanjutkan. Kemudian perbincangan itu berlanjut. Istrinya balik bertanya " andai kanda menjadi Shafwan bin Mu'athal, apakah kanda akan melakukan seperti yang ramai dibicarakan?" ...

nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (1)

Berita fitnah itu begitu cepat tersebar, secepat angin topan meluluhlantakkan satu perkampungan. Hati Rasulullah tak karuan, pasalnya hampir seluruh orang-orang di Madinah membicarakan perkara istri tercintanya sedangkan wahyu tak kunjung turun. Sebulan berlalu hingga Allah turunkan ayat sebagai legalitas pembebasan atas fitnah yang menimpa Ummul mukminin Aisyah r.a. -- QS. An.Nuur Surat ini bicara tentang adab-adab sosial, nak. Awalnya ummi tergelitik dengan hadis yang dicantumkan oleh ust. Amru Khalid dalam karyanya Khawatir Qur'aniyah, hadis tersebut menuturkan untuk mengajari anak laki-laki surat al-maidah dan ajari anak perempuan surat an.nuur. Ummi yakin bahwa apa yang disampaikan Rasulullah bukanlah sekedar ucapan pasti ada isyarat kebaikan disana, isyarat agar kita memikirkan lebih dalam dan menjadikannya panduan. Maka, ummi coba telusuri dengan pemahaman yang masih sangat terbatas. Berharap semoga inspirasi tadabbur yang diperoleh dapat menjadi bekalmu kelak, sayang. -- Co...

ibu, pulanglah! sebelum semuanya terlambat

Malam semakin larut, dua balita yang sejak pagi ku bersamai kini telah terlelap dalam dekap. Melelahkan memang, ya! Melelahkan. Membersamai dan mendidik generasi memang melelahkan sama melelahkannya dengan upaya orang-orang yang ingin merusaknya namun yang membedakan adalah kita memiliki harapan disisi Allah. Sebagai pelipur lelah, penyeka peluh dan penguat asa. Ku putar lagi kajian ustadz Budi Ashari tentang ibu . -- Suatu hari, ada seorang laki-laki yang ingin mengadukan kepada khalifah Umar r.a tentang istrinya yang begitu cerewet. Bergegas ia menuju rumah sang pemimpin namun sesampainya ia di depan pintu, terdengar suara istri Umar yang sedang bicara panjang lebar kepadanya. Mendengar hal itu, laki-laki tersebut memutuskan untuk kembali pulang. Kepergiannya terlihat oleh Umar dan dipanggilah ia lalu ditanyakan urusannya. Mendengar penjelasan tersebut Umar berkata, kau tau mengapa saya sabar terhadap istri saya? Ialah karena dia memasakkan makanan saya, mengadoni roti saya, dialah y...

Untuk para istri, beginilah Al-Qur'an bertutur tentang kita

Ketika akad terucap; perjanjian yang disaksikan langsung oleh Allah, ketika itu pula jangkar bahtera siap diangkat.  Mendampingi bukan tentang selalu ada disisi, bukan juga tentang " Alhamdulillah ada yang menafkahi " atau sekedar untuk pemanis feed disosial media. Bukan! Ialah pasangan kesejiwaan kita dalam bertumbuh karena yang sebagian kini sudah 'penuh'. Banyak persepsi yang terbentuk tentang seorang istri, gaung kesamaan hak dalam mengais Rizki sampai kebebasan dalam menyalurkan hobi.  Salahkan? Silahkan jawab sendiri -- Nafas kita lebih sering berburu jika bicara ilmu dalam berumahtangga. Hal niscaya yang tak sedikit abai dalam mempersiapkannya dan akhirnya kita korbankan bagian terpenting dari nadi umat ini; generasi. Menjadi istri pun dipandu oleh wahyu, bahkan peran ini merupakan peran terbanyak yang Allah bicarakan dalam kalam-Nya. Istri.. Ialah malam  dengan segala karakteristiknya, perumpamaan yang Allah abadikan agar kita banyak mengambil pelajaran dan m...

Untukmu muslimah singlelillah, beginilah Al-Qur'an bertutur padamu

Hati tak karuan, wajahnya selalu terbayang, suara lantunan Qur'annya terus menggema ditelinga. Bayangan indah kehidupan pernikahan terngiang siang-malam. Duhai, indahnya bisa berdua dalam berdoa disepertiga malam. Duhai indahnya bisa saling mengisi kala suka dan dukanya. Duhai, indahnya bisa datang kajian bersama.  Handphone  ditangan, meski telah berpuluh kali layar si pintar menayangkan dua sejoli yang baru saja halal tapi tak juga ada rasa bosan. Membaca tentang dunia pernikahan bukan membuatnya tersadar tentang sebuah amanah besar tapi malah membuatnya semakin deg-deg'an. - Ada yang salah!! - Dalam keseharian, hijab tak lagi dipedulikan. "Hijab hati sudah cukup" katamu beralibi. Padahal aktivitas yang digeluti adalah amal kebaikan bervisi surgawi. Bercampur baur sudah terlalu lumrah. "Biar lebih luwes" ujar yang lain menanggapi. Padahal  kultum pembuka yang disampaikan adalah agar Allah memberkahi  - Ada yang salah!! - Ya, ada yang salah!! Banyak dari ki...

Qowammah dan muslimah (2)

Kemuliaan itu tak berkurang sedikitpun meski akhirnya bahtera yang telah berlayar menjadi karam dan penumpangnya harus pergi menyelamatkan diri. Sayyidah Zainab binti Jahsy, wanita mulia dengan nasab yang tinggi. Pada jalur ayah, ia akan bertemu dengan Rasulullah melalui Abdul Muthalib.  Zaid bin haritsah r.a, laki-laki mulia yang menjadi putra angkat tercinta nabi.  Ketika keduanya bertemu ada ketimpangan yang terjadi. Qowammah Zainab lebih tinggi, berulangkali mengingatkan tentang 'ayah-ayah' mereka dan keutamaannya. Hal yang tak dapat dipungkiri tapi sangat mengusik fitrah qowammah sang suami. Ialah qowammah... Yaa.. qowammah, modal mutlak laki-laki sebagai Rijal. An-Nisa' 4:34 ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّۖ ...

Qowammah dan muslimah (1)

Terkepung! Kondisi semakin sulit, prasangka baik tercekat. Allah goncangkan hati orang-orang mukmin dengan goncangan dahsyat, disitulah iman pun diuji. Amru Khalid dalam bukunya Khowathir Qur'aniyah menuliskan bahwa setiap ayat dalam QS. Al-ahzab menjelaskan tentang perintah taat kepada Allah dan berserah diri dalam kondisi-kondisi yang sulit. -- Sebuah kisah dalam kalam-Nya yang mulia; yang tidak pernah ada keraguan didalamnya. Kisah ini istimewa karena Allah cantumkan secara jelas nama sahabat mulia yang dimaksudkan. 'Putra' kesayangan sang nabi yang dinikahkan langsung oleh sepupunya sendiri. Awalnya ada penolakan dari wanita yang dipinang dan juga saudar laki-lakinya karena Zaid adalah mantan budak nabi, namun Allah langsung menegurnya dengan ayat: Al-Ahzab 33:36 وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا  Dan tidaklah ...

Penciptaan Hawa

Allah Swt. telah menciptakan Adam a.s. dan membekalinya ilmu agar dapat mengelola bumi. Namun, ada satu hal penting yang masih kurang, yaitu Hawa, a.s. Pertama, mengapa Hawa, a.s. disebut hawa’? la disebut Hawa” karena berasal dari al-hayah (kehidupan). la tidak diciptakan [langsung] dari tanah seperti Adam a.s., tetapi dari bagian tubuh Adam a.s. Dengan kata lain, kehidupan [Adam a.s.] tidak sempurna tanpa keberadaannya. Kenikmatan hidup dan nilai kehidupan baru sempurna dengan keberadaan Hawa. Pria dan wanita harus menyadari ini dengan baik. Kehidupan baru sempurna dengari keberadaan Hawa'. Apakah kalian bisa memahami dan menghayati hal ini?  Engkau, wahai perempuan, adalah kebahagiaan, cinta, harapan, kasih sayang, dan kekuatan. Percayakah engkau bahwa di belakang lelaki atau anak yang kuat pasti terdapat sosok wanita yang kuat pula? Kuat di sini adalah kuat mendorong ke depan. Orang pertama yang menielaskan makna ini kepada kita adalah Sayyidah Khadijah r.a.  Bayangkan, Ji...

Duhai putriku sayang, belajarlah dari dua wanita Madyan (2)

Tatapan nanar seorang laki-laki yang sudah lanjut usia itu menyisakan tanya, matahari masih bertengger dengan terang tapi kedua putrinya sudah sampai ke rumah. Pandangan penuh keheranan tersebut tertangkap oleh anak-anaknya lalu mereka mengisahkan kejadian yang dialami saat ditempat penggembalaan. Mendengar hal itu, sang ayah pun meminta kepada salah satu dari mereka untuk menemui pemuda yang diceritakan dan mengundangnya ke rumah. Sesampainya ditempat nabi Musa beristirahat, putri nabi syuaib berkata bahwa ayahnya meminta ia untuk datang ke rumah. Perjalanan yang ditempuh bukanlah jarak yang pendek. Pada mulanya, sang gadislah yang berjalan didepan nabi Musa sampai tragedi angin bertiup itu terjadi.  Bajunya tersingkap, betisnya terlihat. " Berjalanlah dibelakang, beri tanda jika salah jalan" ucapan itu tegas dan penuh penjagaan. -- Kemarilah nak, mari umi lengkapi kisah tentang dua wanita Madyan itu; semoga kau dapat mengambil banyak pelajaran. Al-Qasas 28:25 فَجَآءَتْهُ إ...

Duhai putriku sayang, belajarlah dari dua wanita Madyan (1)

Madyan yang riuh. Terik matahari menyengat kulit-kulit para penggembala yang sedang berkumpul memberi minum ternaknya. Tak ada yang aneh hingga sepasang mata seorang pemuda yang sedang kelelahan setelah menempuh perjalanan ratusan mil itu sampai pada dua orang gadis yang sedang menghalau gembalanya.   قَالَ مَا خَطْبُكُمَاۖ   (Al-Qasas 28:23) Dia (Musa) berkata, “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?”  Pertanyaannya yang begitu tegas, tanpa mukodimah apalagi sapa basa-basi. Lalu dijawab oleh keduanya pun dengan Izzah wanita beriman. Al-Qasas 28:23  قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ  Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.” -- Kemarilah sayang, mari umi kisahkan. Tentang dua wanita Madyan, semoga kau dapat mengambil banyak pelajaran. Bacalah nak, tadabburilah ...

Aku tak ingin kalah

Di saat kita lelah (Tadabbur surah asy syarh) Lelah dalam berbagai urusan dunia? Wajar. Karena begitulah sunatullah kehidupan kita di dunia.  Alquran sebagai pedoman hidup kita, memberikan berbagai rambu-rambu dalam kehidupan kita, termasuk saat kita lelah dengan berbagai urusan kita di dunia ini. Diantara jawabannya, terdapat dalam surah Asy syarh. . Dalam ayat pertama, Allah memberikan sebuah pertanyaan yang merupakan istifham taqriri. Pertanyaan yang bertujuan untuk menetapkan sesuatu. Maksudnya "Kami telah melapangkan dadamu" . Dalam surah al an'am 125, Allah berfirman, "Barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapatkan hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima islam" . Ya, dibuka dada kita sehingga kita yakin dangan syariat islam. Menerima bahkan berusaha mengamalkan semampu kita. Merasakan manisnya saat mengamalkan syari'at ini . Ayat kedua menjelaskan tentang sebuah tamtsil. Ulama menjelaskan bahwa beban-beban itu adalah dosa. Sehingga kita bis...

ibu, janganlah khawatir dan bersedih hati

Image
Bayi merah itu akhirnya keluar dari perut ibunya. Dua orang perawat yang dikirim kerajaan merasa jatuh cinta melihatnya, tak tega membiarkannya jika berakhir ditangan penjagal istana. Rasa cinta dan iba membuat mereka harus merekayasa keadaan yang telah terjadi. ( Sejak sang raja bermimpi akan ada seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan mengganggu kekuasaannya maka ia memutuskan untuk membunuh semua anak laki-laki yang dilahirkan. Ketetapan tersebut dilaksanakan per dua tahun. ) Tubuh sang ibu masih lemah, perasaannya kosong setelah tau bahwa bayi yang dilahirkan adalah seorang anak laki-laki namun karena Allah telah karuniakan cinta kepada sang bayi sehingga orang-orang yang melihatnya pun langsung jatuh hati, maka ....  " Beri ia air susu, pengawal didepan biar kami yang membereskan"  ucap salah satu perawat yang membantu proses melahirkannya. Utusan raja tersebut benar-benar telah Allah buat jatuh cinta, biasanya mereka akan segera membawa bayi yang terlahir deng...

Pembuktian wahyu

Pembuktian wahyu bukan berarti tak percaya tapi agar iman yang ada semakin menyala. Pembuktian wahyu adalah upaya agar Qur'an tak sekedar bacaan, agar ia menjadi pedoman.  Ramadhan 1440H adalah kali kedua Allah izinkan aku merasakan kepayahan, mengandung dan menyusui dalam satu waktu. Kondisi yang membuatku seolah Allah sedang bicara dengan lemah lembut. Luqman 31:14 وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ  Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu . Hanya kepada Aku kembalimu. Pada ayat diatas Allah perintahkan agar seorang anak bersyukur padaNya dan kedua orangtuanya. Penggunaan kata 'dan' merupakan penanda kesetaraan, kebaikan Allah yang seluas langit dan ...

Rambu cemburu

Rinai hujan dimalam kedelapan belas ramadhan membawa pikiranku mengembara ke masa 1500 tahun lalu.  Di sebuah lembah nan barokah, tanah yang mulia karena seuntai doa yang pernah dilayangkan kekasihNya. Disederet bilik-bilik cinta, wajah-wajah mulia yang khusyu berdoa pada Rabbnya, hati yang bersih dari urusan dunia. Malam membuat mereka tentram namun ada kerinduan yang mencabik, pada kekasih hati yang lebih dulu pergi. Pada sunyi yang menyelimuti kota nabi, sekelebat terputar memori tentang kisah cinta beberapa diantara mereka. Tentang cemburu yang membuatnya turun wahyu. Mereka, ibunda-ibunda kita; ummahatul mukminin. Terkisah, suatu hari Rasulullah shalallahu alayhi wasallam diberi madu oleh Zainab binti jahsy. Mendengar kabar itu, Aisyah binti abu bakar merasa cemburu dan menemui putri Umar bin Khattab yang tak lain adalah 'madu'nya. Mereka saling bersepakat untuk menghindari Rasulullah dan mengatakan bahwa mulutnya beraroma getah pohon ( fyi: Rasulullah selalu bersiwak dan ...

Aku rusukmu, maka jadilah satu

“Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.” FirmanNya seolah menjadi kabar gembira, penguat asa agar anak-cucu adam termasuk hamba-hamba yang tak bersyukur. Mereka berseru pada celah yang dapat mereka isi, kanan-kiri, atas-bawah atau depan maupun belakang.  Hati-hati jaga 'aurat'mu Para pembangkang itu berhasil menghasut ayah-ibu kita, membuat mereka melampaui batas.   Aurat mereka terbuka! Ya, itulah gols mereka. Pengalaman yang dapat kita jadikan pelajaran. Jika saja kita lihat kondisi hari ini, tentang "bagaimana para muslimah dirusak habis-habisan?" Maka kita akan dapati pola yang sama, " membuka auratnya!" . Perhatikanlah, 'serangan' trend fashion begitu genjar. Alih-alih memberikan banyak pilihan model tapi kita akan terjerumus menjadi golongan yang berpakaian tapi telanjang atau masuk kategori "pezina" tanpa disadari, innalilahi. Inspirasi lain yang ku dapatkan tentang membuka aurat lainnya yaitu begitu banyak fasilitas te...

Menyulam malam

Malam kesekian ramadhan, perenungan ku tentang perempuan semakin dalam. Bermula dari perintahNya dalam al-ahzab 33 dan berlanjut pada ayat-ayat di surat lainnya.  Aku seperti dimanja dalam kalam-Nya, pada setiap frasa ada dekap yang semakin erat, seolah Ia ingin berbisik " inilah bukti cintaKu". Perempuan dan (masih tentang) malam Ialah malam, pekat; waktu yang banyak membuat orang tercekat tapi ia pula yang membuat orang terpikat. Pada pendar purnama, kerlip gemintang hingga pemandangan yang menenangkan ditemani derik binatang bersahutan. Malam, ia menjadi niscaya setelah siang berlalu,  "ah lumrah" kata kebanyakan orang. Tak banyak yang menyadari lalu berdecak kagum kemudian berujar "bagaimana jadinya jika  Allah tak sampaikan malam untuk kita?" . Tak banyak! Sebagaimana peran kita, sebagai istri; sebagai ibu. Sebagaimana segala peluh yang tak juga usai, sebagai istri; sebagai ibu. Semua memandang ' lumrah', namun apa jadinya jika ia tiada? Tapi,...

Wanita, malam dan kesyukuran

Pekat, semua terselimuti gelap, hal yang tak nampak seolah mulai bernafas dalam nyanyian binatang² berderik. Saat matahari sempurna beralih posisi, saat gemintang bertabur menghiasi; adakah kita pernah bertanya "bagaimana jika pergiliran itu tidak Allah tetapkan?"  Litaskunuu  adalah malam adalah perempuan. Allah umpamakan agar kita mengambil pelajaran.Pun dalam QS Al-Qasas berikut: Al-Qasas 28:73 وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ  Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Ghafir 40:61 ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ  Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristiraha...

Ber(teman) jeda

Senja semakin menua diufuk cakrawala. " Kita memang butuh jeda! " Suara itu tiba-tiba hadir lalu beresonansi kesetiap bilik pikir. Jeda Riaknya kadang menyakitkan, derunya membunuh keceriaan dan membangkitkan sederet pertanyaan. Sebagaimana dulu saat wahyu terjeda, pemuka Quraisy mencerca " Muhammad telah ditinggalkan Tuhannya " Jeda Aromanya seperti nyanyain sukma kematian, hampa. Sebagaimana masa ketiadaan utusan sebelum nadi itu berdenyut kembali pada malam ganjil Ramadhan. Namun, apakah ia selalu menyisakan sesak?. Mari renungi baik-baik. Jeda Rengkuhan cinta Allah pada hamba-Nya saat Al-Qur'an diturunkan; berangsur-angsur. Agar ia mampu merasuk-menyatu pada sekerat daging bernama hati lalu menafsirkannya dalam laku amal sehari-hari Jeda Selayaknya rangkai kata dalam cerita, ia ada agar dapat memberi makna. Selayaknya itu pula pada setiap episode kehidupan kita. Perlu jeda dan berteman dengannya, tinggallah kita melihat dengan sudut pandang apa.

istri setenang malam (part 2)

Jika suami tak dapatkan sakinahnya didalam rumah maka ia akan mencarinya di luar rumah, saat itu terjadi akan sangat mungkin harapan agar dapat merasakan surga sebelum surga di rumah kita hanya menjadi dongeng pengantar tidur. Jika suami tak dapatkan sakinahnya didalam rumah maka istrinya bukan lagi yang teristimewa, jiwanya gulana hingga akan jadi potensi kehampaan romantisme; karamnya bahtera. Oleh karena itu, merawat cinta dalam pelayarannya masih sangat butuh ilmu; agar saat gelombang datang yang hadir adalah dekap erat, agar saat riak tenang yang hadir adalah sentuhan lembut pengokoh cinta dan agar cinta itu melekat menjadi kenangan indah meski salahsatunya telah 'berpulang'. Sebagaimana Muhammad Rasulullah mengenang kekasihnya hingga membuat 'madu' tercintanya cemburu berulangkali. Litaskunuu  dalam Al-Qur'an Kata litaskunuu terdapat dalam 5 ayat di Al-Qur'an yaitu pada QS Yunus:67, Al-Qasas: 72-73, Ar-Rum:21 dan Ghafir:61. Pada 5 ayat tersebut (arti litas...

Istri setenang malam

Langit Mekah sedang berduka, kabar pilu itu hadir dari rumah al-musthofa. Terbaring kaku sesosok wanita tercinta, ia yang menutup usianya dengan janji rumah tanpa kepayahan dan kebisingan di surga. Usianya sudah tak lagi muda, terlebih setelah 3 tahun masa pemboikotan yang telah lalu.  Ramadhan, 10 tahun setelah kenabian.. ruh suci itu pergi menuju tempat tertinggi, menutup kebersamaan dengan suami yang juga seorang nabi. Beberapa tahun kemudian Suatu hari Aisyah r.a berkata  "Aku tidak cemburu pada seorang istri nabi pun seperti kecemburuan ku terhadap Khadijah. Aku tidak melihatnya, hanya saja Rasulullah sering menyebutnya. Beliau suatu ketika menyembelih seekor kambing, kemudian beliau potong-potong menjadi beberapa bagian, setelah itu beliau kirimkan kepada teman-teman Khadijah. Aku kadang berkata kepada beliau, 'seakan di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah'"  Rasulullah menjawab " sungguh aku dianugerahi cintanya" (Muttafaq 'alaih ) Kenangan...

wanita; ayat Allah dimuka bumi (part 2)

Matahari mulai bergerak ke ufuk barat, penanda bahwa masa akan memasuki fase malamnya. Seorang wanita muda baru saja melepaskan sepatu dan meletakkannya di rak kecil hitam yang berada tepat dibagian kanan pintu. Wajah itu terlihat lelah, kedatangannya disambut oleh suara celoteh balita yang datang merangkak menghampiri, gerakan yang diikuti oleh seorang wanita paruh baya dari balik tirai. "Ma.. ma..ma.." "Halo sayang.. tunggu ya sebentar sama mbak, mama bersih-bersih dulu" -- Fenomena diatas merupakan potret yang lumrah dalam keluarga² muslimah hari ini, aktivitas yang digeluti bukan karena keterdesakan tapi begitu ringan dilakukan dan akhirnya ada yang terkorbankan. Aktivitas sosial (kegiatan diluar rumah) merupakan agenda yang tidak dipungkiri oleh Al-Qur'an, namun adakah kita memyeksamai bagaimana Al-Qur'an mengaturnya? Adakah kita sadar jika ada hal yang kita lakukan bertentangan dengan kalamNya? Adakah kita berkaca, saat kita kesulitan dalam mendidik bu...

Wanita; ayat Allah dimuka bumi (part 1)

Image
"bibitnya masyarakat ada pada rumah; bibitnya rumah ada pada wanitanya" sepenggal kalimat yang membuatku semakin menyeksamai kajian yang ku putar untuk mengisi waktu senggang disiang Ramadhan, sesaat setelah setumpuk pekerjaan rumah beres dan anak-anak terlelap. Ialah wanita; ayat Allah dimuka bumi, derajatnya tinggi hingga Rasulullah menyampaikan 3x dalam bakti "ibumu... Ibumu... Ibumu... Lalu ayahmu". Ialah wanita; makhluk lemah yang Allah amanahkan kepayahan. Bacalah banyak penjelasan, kenapa persaksian seorang wanita hanya setara dengan setengah pria. Bacalah penjelasan tentang betapa rapuhnya ia sehingga diumpamakan gelas-gelas kaca. Bacalah juga tentang bagaimana al-mushtofa menganjurkan dalam berlaku kepada tulang rusuk yang bengkok. Wanita dengan segala kelemahan tapi Allah amanahkan kepayahan padanya. Allah sampaikan tentang peran yang tak bisa tergantikan dan kesemuanya adalah kepayahan. Hamil, melahirkan dan menyusui. Semua adalah amal kepayahan tapi deng...