Posts

Showing posts from March, 2023

Akhir para durjana

"byaaaar!!!" Ususnya hancur tercerai-berai namun sesaat setelah itu dikumpulkan kembali 'daging' yang berserak untuk menerima murka Dzat yang dulu didurhakainya.. Air matanya sudah kering, tangan-kaki seolah menjadi penghianat bagi diri.. Setelah 50.000 tahun menanti ditanah lapang tak bertepi, haus dan lapar sudah pasti tak tertahankan lagi.. Ingin rasanya pergi atau sebagaimana orang-orang kafir berkata " alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah" (Qs. Annaba:40) Menanti ketidakpastian, merutuki amal yang tak tau akankah berarti dan ia hanya dapat tertunduk hina.  " Laki-laki itu!!" Suaranya tercekat..  "mungkinkah ia? Yang seruannya hanya ku dengar lalu ku abaikan??" (Wajahnya semakin pias, tubuhnya kaku-pilu; Hal yang disadari kini bahwa fisiknya tak lagi berwujud sebagaimana dulu ia didunia) Menunggu!! Ditengah lautan manusia, dibawah terik matahari yang menyengat-membakar; semua menunggu.. sidang pertanggungjawaban, semua b...

Luka dan kebaikan prasangka

"tuk!!" Lemparan batu kesekian, luka pun tak terhindarkan.. Perih dan rasa sakit menjalar dibeberapa bagian; ada sepasang mata berkaca melihatnya.. tubuh mulia itu membiru tapi tak terdengar sesal atau doa agar allah balas dengan keburukan.. Bahkan, saat para malaikat penjaga bukit yang mengapit perkampungan Thaif itu menawarkan "aksi pembinasaan" yang terucap hanya penolakan dan doa penuh kebaikan.. -- Ialah cahaya paling benderang diantara gulita kegelapan; akhlaknya mulia penuh pujian, bahkan oleh para musuh yang menolak ajakan beriman.. Darinya.. dari orang paling mulia tersebut belajarlah banyak hal nak, termasuk dalam kisah dakwah beliau ke negri Thaif.. Pada luka yang membuat rasa ngilu mendera raga dan ragam hujat menyesakkan dada.. Ada akhlak luar biasa terajarkan dari sebuah teladan.. Maka, duhai anak-anak ku sayang.. Jika kelak kau temui cacian yang menyesakkan, berdoalah pada Dzat yang membolak-balikan hati dan belajarlah berlapang.. Tak perlu kau balas ...

Riak-riak asa

Image
Riak-riak asa (Ketika lelah membelenggu raga, ada rasa syukur yang harus terjaga) " Ummi.. terimakasih ya" Suara yang tiba-tiba muncul sesaat setelah kusudahi doa.. Matanya berbinar, senyumnya mengembang. Ia mendekat sambil melanjutkan kalimatnya yg terpotong.. " Makasih ya umi sudah buatkan aa makanan, aa suka.."  Hatiku menghangat.. " Alhamdulillah" Aku tersenyum sebagai tanda terima 'cintanya' -- Pada lelah yang mendera; atas segala peluh dari rutinitas yg tak pernah usai.. Pada proses pendidikan kepada ananda; yang tak selalu kita temui "kabar gembira".. Pada idealisme target kebaikan yang sering membuat kita lupa tentang ungkapan sederhana tanda iman bertunas didada.. Pada itu harusnya kita sadar bahwa yang harus terus diupaya adalah rasa syukur kepada Allah.. Kacamata syukur yg akan membawa kita melampaui "ruang-ruang rasa" keluh dan resah.. Kacamata syukur yang akan mengundang nikmat Allah lainnya; "mengu...

Malam Pertama; antara taman surga atau pelataran neraka

Lembayung senja mulai berubah rona; sahutan isak kini berganti senyap.. Gelap! Satu persatu langkah kaki terdengar menjauh; pergi.. Tak ada lagi yg dapat membersamai.. Sesak.. Tanah yg dulu diinjak kini menghimpit tanpa jarak.. Segala peringatan tentang kematian 'bernyanyi' tapi naasnya semua telah terkunci ... Kuburan itu berkata "aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kesedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya? ... Aku cabut (satu per satu dari) telapak tangannya, lalu dari tangan kelengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut dari betisnya. Dari betis menuju telapak kakinya  Sesak.. Rasanya belum lama sua dan cengkrama dengan keluarga usai tapi kini raga tak lagi ada pada dimensi sebelumnya.. Suasana semakin mencekam.. Hingga suara hentakkan itu meruntuhkan kesunyian.. "Siapa Rabbmu?" "Apa agamamu?" "Siap...