Akhir para durjana
"byaaaar!!!" Ususnya hancur tercerai-berai namun sesaat setelah itu dikumpulkan kembali 'daging' yang berserak untuk menerima murka Dzat yang dulu didurhakainya.. Air matanya sudah kering, tangan-kaki seolah menjadi penghianat bagi diri.. Setelah 50.000 tahun menanti ditanah lapang tak bertepi, haus dan lapar sudah pasti tak tertahankan lagi.. Ingin rasanya pergi atau sebagaimana orang-orang kafir berkata " alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah" (Qs. Annaba:40) Menanti ketidakpastian, merutuki amal yang tak tau akankah berarti dan ia hanya dapat tertunduk hina. " Laki-laki itu!!" Suaranya tercekat.. "mungkinkah ia? Yang seruannya hanya ku dengar lalu ku abaikan??" (Wajahnya semakin pias, tubuhnya kaku-pilu; Hal yang disadari kini bahwa fisiknya tak lagi berwujud sebagaimana dulu ia didunia) Menunggu!! Ditengah lautan manusia, dibawah terik matahari yang menyengat-membakar; semua menunggu.. sidang pertanggungjawaban, semua b...