Menyulam malam
Malam kesekian ramadhan, perenungan ku tentang perempuan semakin dalam. Bermula dari perintahNya dalam al-ahzab 33 dan berlanjut pada ayat-ayat di surat lainnya. Aku seperti dimanja dalam kalam-Nya, pada setiap frasa ada dekap yang semakin erat, seolah Ia ingin berbisik " inilah bukti cintaKu". Perempuan dan (masih tentang) malam Ialah malam, pekat; waktu yang banyak membuat orang tercekat tapi ia pula yang membuat orang terpikat. Pada pendar purnama, kerlip gemintang hingga pemandangan yang menenangkan ditemani derik binatang bersahutan. Malam, ia menjadi niscaya setelah siang berlalu, "ah lumrah" kata kebanyakan orang. Tak banyak yang menyadari lalu berdecak kagum kemudian berujar "bagaimana jadinya jika Allah tak sampaikan malam untuk kita?" . Tak banyak! Sebagaimana peran kita, sebagai istri; sebagai ibu. Sebagaimana segala peluh yang tak juga usai, sebagai istri; sebagai ibu. Semua memandang ' lumrah', namun apa jadinya jika ia tiada? Tapi,...