Posts

Showing posts from 2023

nasihat pernikahan untuk putraku

Wahai putraku sayang.. Saat kau menikah kelak.. Jangan memaknai ia sekedar perubahan status karena ijab yang kau ucap saat akad merupakan kalimat 'berat' yang kau akan beban hingga akhirat.. Saat kau menikah kelak.. Sadari bahwa pundakmu adalah pilar yang akan menjadi penentu bahtera terus berlayar sejak layar terkembang, maka kokohkanlah qowammahmu nak!! Saat kau menikah kelak.. Didik istrimu dengan penuh kasih dan sayang karena ia merupakan rusuk bengkok, jika kau terlalu keras maka ia akan patah dan jika kau biarkan maka ia akan terlena dengan kebengkokannya.. Pun ia adalah gelas kaca; begitu rapuh.. berhati-hati lah saat memegangnya nak.. jangan kau genggam terlalu kencang karena itu akan membuatnya pecah, jangan juga kau lalai karena akan membuatnya retak.. Saat kau menikah kelak.. Kau adalah pemimpin, pengayom, pendidik, pengasuh.. Maka belajarlah dari laki-laki terbaik yang pernah dilahirkan zaman nak.. Akhlak mulianya terabadi dalam Al-Qur'an.. Tak perlu risau atau ...

Akhir para durjana

"byaaaar!!!" Ususnya hancur tercerai-berai namun sesaat setelah itu dikumpulkan kembali 'daging' yang berserak untuk menerima murka Dzat yang dulu didurhakainya.. Air matanya sudah kering, tangan-kaki seolah menjadi penghianat bagi diri.. Setelah 50.000 tahun menanti ditanah lapang tak bertepi, haus dan lapar sudah pasti tak tertahankan lagi.. Ingin rasanya pergi atau sebagaimana orang-orang kafir berkata " alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah" (Qs. Annaba:40) Menanti ketidakpastian, merutuki amal yang tak tau akankah berarti dan ia hanya dapat tertunduk hina.  " Laki-laki itu!!" Suaranya tercekat..  "mungkinkah ia? Yang seruannya hanya ku dengar lalu ku abaikan??" (Wajahnya semakin pias, tubuhnya kaku-pilu; Hal yang disadari kini bahwa fisiknya tak lagi berwujud sebagaimana dulu ia didunia) Menunggu!! Ditengah lautan manusia, dibawah terik matahari yang menyengat-membakar; semua menunggu.. sidang pertanggungjawaban, semua b...

Luka dan kebaikan prasangka

"tuk!!" Lemparan batu kesekian, luka pun tak terhindarkan.. Perih dan rasa sakit menjalar dibeberapa bagian; ada sepasang mata berkaca melihatnya.. tubuh mulia itu membiru tapi tak terdengar sesal atau doa agar allah balas dengan keburukan.. Bahkan, saat para malaikat penjaga bukit yang mengapit perkampungan Thaif itu menawarkan "aksi pembinasaan" yang terucap hanya penolakan dan doa penuh kebaikan.. -- Ialah cahaya paling benderang diantara gulita kegelapan; akhlaknya mulia penuh pujian, bahkan oleh para musuh yang menolak ajakan beriman.. Darinya.. dari orang paling mulia tersebut belajarlah banyak hal nak, termasuk dalam kisah dakwah beliau ke negri Thaif.. Pada luka yang membuat rasa ngilu mendera raga dan ragam hujat menyesakkan dada.. Ada akhlak luar biasa terajarkan dari sebuah teladan.. Maka, duhai anak-anak ku sayang.. Jika kelak kau temui cacian yang menyesakkan, berdoalah pada Dzat yang membolak-balikan hati dan belajarlah berlapang.. Tak perlu kau balas ...

Riak-riak asa

Image
Riak-riak asa (Ketika lelah membelenggu raga, ada rasa syukur yang harus terjaga) " Ummi.. terimakasih ya" Suara yang tiba-tiba muncul sesaat setelah kusudahi doa.. Matanya berbinar, senyumnya mengembang. Ia mendekat sambil melanjutkan kalimatnya yg terpotong.. " Makasih ya umi sudah buatkan aa makanan, aa suka.."  Hatiku menghangat.. " Alhamdulillah" Aku tersenyum sebagai tanda terima 'cintanya' -- Pada lelah yang mendera; atas segala peluh dari rutinitas yg tak pernah usai.. Pada proses pendidikan kepada ananda; yang tak selalu kita temui "kabar gembira".. Pada idealisme target kebaikan yang sering membuat kita lupa tentang ungkapan sederhana tanda iman bertunas didada.. Pada itu harusnya kita sadar bahwa yang harus terus diupaya adalah rasa syukur kepada Allah.. Kacamata syukur yg akan membawa kita melampaui "ruang-ruang rasa" keluh dan resah.. Kacamata syukur yang akan mengundang nikmat Allah lainnya; "mengu...

Malam Pertama; antara taman surga atau pelataran neraka

Lembayung senja mulai berubah rona; sahutan isak kini berganti senyap.. Gelap! Satu persatu langkah kaki terdengar menjauh; pergi.. Tak ada lagi yg dapat membersamai.. Sesak.. Tanah yg dulu diinjak kini menghimpit tanpa jarak.. Segala peringatan tentang kematian 'bernyanyi' tapi naasnya semua telah terkunci ... Kuburan itu berkata "aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kesedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya? ... Aku cabut (satu per satu dari) telapak tangannya, lalu dari tangan kelengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut dari betisnya. Dari betis menuju telapak kakinya  Sesak.. Rasanya belum lama sua dan cengkrama dengan keluarga usai tapi kini raga tak lagi ada pada dimensi sebelumnya.. Suasana semakin mencekam.. Hingga suara hentakkan itu meruntuhkan kesunyian.. "Siapa Rabbmu?" "Apa agamamu?" "Siap...

Mahkota Pujian; Kecerdasan yg mengantarkan pujian

Aduhai putriku sayang.. Ialah wanita yg Allah fitrahkan dengan kelembutan, dengan kasih sayang karena tertumpu padanya peran-peran "pengasuhan".. Meski begitu, bukan berarti ranah rumah perkara karya tanpa ilmu karena jika itu terjadi maka cacatlah amal kita.. Jadilah wanita yg cerdas nak; selayaknya wanita yg Allah kisahkan dalam Al-Qur'an sehingga memperoleh pujian dari Pemilik Semesta Alam.. Tersebutlah ratu bilqis dalam tafsir beberapa kitab, ialah pemimpin di negri Saba', pemilik istana megah lagi makmur negaranya.. Bermula dari "tersesatnya" hud-hud hingga sampai surat Nabi Sulaiman padanya.. akal cerdasnya jadi wasilah Allah tuntun pada hidayah islam untuk ia dan masyarakatnya.. Pada ratu Bilqis kita belajar nak, meski rasa kita lebih dominan dari akal kita saat merespon apapun yg hadir dalam hidup ini tapi tahanlah diri; jangan reaksional.. Mungkin kita perlu diam, berpikir dan meminta petunjuk kepada Allah atas langkah yg dapat kita ambil..  Bukanka...

ibu, kuatlah!

Image
"Perjalanan hijrah Rasulullah adalah milik keluarga Abu Bakar Ra" begitulah kalimat yang dikutip dari kajian 'ibu, kuatlah!' pada sesi pertama pada waktu lalu.. Iman itu seolah mengakar dan mendarah daging; mengalir dari sulbi sang ayah hingga putra dan putrinya. Padahal, oh.. duhai iman tak dapat diwarisi oleh ayah yg bertakwa. Mari kita kembali menyusuri lembar-lembar sejarah yg rimanya tak pernah habis disyarah zaman, selalu saja ada hikmah yg dapat direguk dari samudranya. Asma binti Abu Bakar, namanya memang tak semasyhur saudarinya tapi kokoh jiwa dan imannya mampu menggetarkan singgasana musuh yg tak segan menguliti putra tercintanya.. " Wahai ibu, orang-orang tak lagi setia kepadaku. Bahkan anak dan istriku juga tak mau membelaku. Tidak ada yang mau membersamaiku kecuali mereka yang hanya mampu bertahan sesaat kedepan sedangkan musuh bersedia memberikan apa saja yg ku mau.. lantas bagaimana menurutmu?" Ujar Abdullah bin Zubair Ibu mana yg...

Mahkota Pujian (Mukhadimah)

Wanita memang memesona. Namun hari ini, naas memang; fana membuatnya nista. Padahal sudah sejak berabad tahun lalu, sang kekasih menyampaikan tentang "tali ikatan" yang memuliakan. Syari'at islam. Ya.. Ialah Allah, Dzat yang menciptakan; Ia pula yang paling mengerti tentang makhluk yang didominasi perasaan dalam kesehariannya ini.. Maka, selayaknya mawar; meski dunia dipenuhi rintangan tapi tetaplah merekah indah dan tebarkan 'pesonanya' untuk semesta. Tak perlu tampil cantik nan melenggok sebagaimana "cara orang-orang 'bodoh' mengagumi" cukup selami samudra bait-bait surat cintaNya lalu berkaca pada semua sosok mulia yang pernah menjadi mawar² 'haroki' dimasa nabi; pada sebelum atau pada masa setelahnya. Allah paling tau, Ya..  Allah paling tau bagaimana kondisi iman kita yang seringkali naik merangkak lalu tiba-tiba terjun bebas kemudian jalan stagnan (ah! Mungkin itu hanya aku).. Allah paling tau.. Bahagianya kita sebagai seorang berim...

Ibu dan mahar untuk bidadari surga anaknya (Bagian 1)

Aduhai anakku sayang, sungguh bergetar hati ummi membacanya nak.. Tak kuasa membayangkan bahwa itu adalah aku dan kamu.. Mungkin ini adalah karena iman ibumu yang masih bertalu dengan kenikmatan dunia.. Kisah ini nak, semoga jadi pemantik bara amal keshalihan; semoga menjadi pemberhentian pada angan terhadap kehidupan fana yang tak seberapa.. Dengarkanlah nak, dengarkan ummi bertutur kisah.. Di Basrah, saat musuh melewati batas sebuah negri Islam; Abu Ubaid (seorang khatib) membakar semangat jihad dengan mengabarkan kenikmatan dunia dan sifat bidadari didalamnya.. Ia adalah cerahnya fajar yg tenang namun riang Diciptakan dari setiap sudut yang istimewa Apakah kau tau, sang peminang mendengarkannya, Duhai kekasih, tidaklah aku lebih suka kepada selainnya, Jangan sekali-kali kau menyerupai orang yang bersungguh-sungguh mendapatkannya Melamar diriku namun penuh kelalaian. Sehingga orang-orang akan mengejeknya. Perbaikilah (dirimu). Duhai andai ditolak darinya. Ketika piala itu diterbangka...

Fenomena mengomel ibu dipagi hari

Bismillah.. Semoga Allah tetapkan manfaat padaku dan siapapun yang membacanya.. Berikut resume dari zoom Sharing Bareng Kelas Bubby oleh mbak Vidya dari sudut pandang holistik. Pagi merupakan waktu yang diberkahi, kebaikannya akan berdampak pada kebaikan sepanjang hari tapi tidak bisa dipungkiri bahwa diwaktu tersebut tak sedikit ibu-ibu yang "menggemakan" suaranya bak stereo sambutan untuk matahari yang datang menyinari.. Padahal, suami dan anak-anak yang diantarkan dengan penuh senyum, tutur lembut dan ucapan semangat akan menjadi awal kebaikan untuk aktivitas mereka diluar rumah.. Maka apakah sebab dari "keruwetan" ibu dipagi hari??  Mbak Vidya menyampaikan bahwa akar dari emosi ibu dipagi hari adalah karena adanya kebutuhan ibu yang tidak terpenuhi.. Kebutuhan yang dimaksud itu melingkupi banyak hal karena diri kita terdiri dari berbagai bagian (emosi, nutrisi, spiritual dkk).. "Bagaimana mungkin ia mampu memenuhi kebutuhan suaminya, kebutuhan anak-anak nya...