Bumi Baru #1
Mari menyelam pada dimensi ruang yang tak punya batas langsung dengan semesta kita.
*Misteri Padang Mahsyar; 123*
Pada saat itu, Allah akan memberi kesempatan kepada semua yang berselisih tersebut untuk mengutarakan segala kekesalan hati, tuduhan, dan alasan-alasannya. Allah mendengarkan semua yang mereka ungkapkan. Kemudian Allah akan mengungkapkan segalanya, baik yang terlahir maupun tersembunyi, sehingga nampak jelas pihak yang mukmin dan kafir, pihak yang bertauhid dan musyrik, pihak yang zhalim dan yang dizhalimi. Dengan adanya semua bukti tersebut, mau tidak mau, pihak yang kafir, musyrik, zhalim dan bersalah akan mengakui kesalahannya.
🍃🍃
Semua dihidupkan kembali dalam kondisi tak berpakaian lagi tak dikhitan. Adakah kita akan peduli?!
Tidak!!
Semua khusyu, tertunduk lagi takut. Matahari yang didekatkan, keringat yang bercucur bahkan menenggelamkan. Hanya takut yang terpilin menunggu waktu peradilan.
Wajah-wajah bercahaya menampilkan senyumannya, menunggu masa penantian yang sepanjang terbit fajar hingga tenggelam. Mereka memang lapar tapi Allah yang Maha Pemurah menyiapkan potongan² roti yang terserupa tanah dibawah pijakan; ah.. beruntung nian orang beriman. Kasih sayang Allah memang sebesar itu nyatanya.
Namun, disudut bumi baru; Ada para durjana yang menatap pilu, sesal itu tercekat di tenggorokan saat nampak neraka yang menyala-nyala lagi memercikan api.
Lima puluh ribu tahun menunggu; haus dan lapar jadi satu. Segala kenangan maksiat yang terkubur kini seolah terangkat lalu melebur dengan panas neraka yang menggolak.
🔥
Semua akan dibalas bahkan seringan senyum yg tak berbalas atau sederet kalimat cerca kepada saudara.
Adakah yang lebih sesak dari deru detak yang berlomba dengan teriak dan cebik para malaikat yg menyeret pelaku maksiat??!
Kita adalah hari-hari yang detiknya tak pernah luput dari catat dan pertanggungjawaban.
Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan amal.
#AksaraRasa
Comments
Post a Comment