Kebingungan

Pada informasi yang terserak, banyak dari kita yg hampir saja tersesat (atau sudah?). Setiap orang seolah berlomba untuk menampilkan sisi terbaik dari dirinya; mengklaim tips dan trik untuk menarik dukungan semata. Media sosial riuh.

Pendidikan anak pun tak luput dari riuhnya; ntah berapa banyak metode betebaran dan sedikit banyaknya bahkan ditelan mentah-mentah oleh keluarga muslim. Menentukan metode a lalu kebingungan saat tak berjalan sebagaimana mestinya, kemudian mencomot metode b dan seterusnya.

Fenomena yang menyesakkan; padahal dalam Al-Qur'an tema ini bukan selingan atau "penyempurnaan" tapi bagian fundamental.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakunya adalah manusia dan batu." (Qs. Al-Tahrim:6)

Ali bin Abi Thalib ra ketika menafsirkan ayat tersebut berkata, "didiklah dan ajarilah mereka." (Lihat tafsir ibnu katsir.)

Sebelum lebih jauh, mari telaah bersama perbedaan definisi dari pendidikan dan pengajaran berikut.

Pendidikan menurut Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin yaitu membimbing manusia menuju kesempurnaan akhlak dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sedangkan Ibn Khaldun menyampaikan tentang pengajaran merupakan proses memberikan pengetahuan kepada manusia, baik berupa ketrampilan maupun ilmu yang bermanfaat.

-

Maka, upaya menjaga keluarga dari api neraka bukan sekedar menyampaikan tentang kebenaran tapi juga menginstal kebenaran agar menjadi akhlak kebaikan.

Syaikh Jamal Abdurrahman menyampaikan (dalam mukadimah 'Cara Nabi Menyiapkan Generasi') dengan baik urgensi pendidikan anak dengan kaidah yg benar, bukan sekedar "terlihat benar". Ialah kaidah yang bersumber dari mata air paling jernih yang pernah dilahirkan zaman; teladan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)