Malam Pembebasan dan Puncak Kerinduan
Mekah telah jatuh. Tanah yang dicintai oleh masyarakatnya dengan tumpahan darah peperangan antar kabilah itu telah jatuh, pembebasan yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Ia dibebaskan tidak dengan peperangan yang panjang dan berdarah, tidak pula oleh kobaran bara api yang membakar kota dari ujung ke ujung hingga abunya beterbangan di atas atap-atap rumah yang runtuh. Makkah dibebaskan dengan cara yang jauh lebih mengejutkan dari semua itu. Padang pasir yang menjadi tempat suci itu berhasil jatuh dalam keheningan, ketundukannya datang seperti embun pagi yang meresap kedalam tanah tanpa permisi. Tanggal dua puluh Ramadhan, tahun kedelapan Hijriah.Sepuluh ribu pasukan Muslim mengalir masuk ke Makkah dari berbagai penjuru — dari utara, dari selatan, dari timur, dari barat — seperti air yang menemukan seluruh celah yang selama ini tertutup dan kini terbuka sekaligus. Mereka bergerak dalam barisan yang panjang penuh wibawa, ketenangan yang jauh lebih mena...