•Muslimah, Maskanah dan Bebenah•

Muslimah
Hal yang seharusnya sangat disyukuri adalah menjadi seorang muslim; ia adalah pintu dari rumah bernama kehidupan padanya terdapat sepaket pedoman yang tidak bisa dilepaskan. 
Al-Qur'an dan sunah merupakan cahaya yang akan menemani kita didalam rumah tersebut, ia akan memberitahu setiap sudutnya; ia akan memperlihatkan apa yang indah dan sebaliknya hanya saja kita perlu kacamata tambahan untuk melihat lebih teliti agar apa yang terlihat tidak hanya dapat dinikmati oleh mata yang memandang.

Maskanah
Muslimah dan maskanah tidak bisa dilepaskan, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al-Qur'an Al-Ahzab 33:33

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا 

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Maka tak heran jika salah satu faktor yang membuat para ibok baik adalah keadaan rumah yang nyaman dan kenyamanan itu relatif. Standar nyaman tersebut biasanya dibuat dari input informasi dan pengalaman dari setiap orang tapi kali ini mari seksamai salah satu ayat yang membicarakan tentang rumah dalam Al-Qur'an Yunus 10:87

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَٱجْعَلُوا۟ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ 

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.”

"jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah" 
Berdasarkan artikel yang ditulis oleh mahasiswa magister arsitektur ITB, beberapa poin kriteria masjid ideal adalah:
1. Nyaman
2. Sejuk 
3. Bersih

Satu lagi faktor pelengkap idealnya maskanah secara fisik yaitu hadis riwayat Ibnu Hibban, Nabi Saw bersabda;

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ.


“Ada empat perkara termasuk kebahagiaan; istri yang shalihah, tempat tinggal yang lapang, teman atau tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman.”

Tempat tinggal yang lapang bukan berarti tak memiliki apapun tapi ia memiliki apa-apa yang dibutuhkan. Lihatlah gambaran rumah para ummahatul mukminin, apakah pernah ditemui riwayat hadis yang menggambarkan tentang barang yang bertumpuk??

Bebenah
Muslimah yang dipandu wahyu adalah ia yang menjadikan ayat-ayat pada Al-Qur'an dan diri sang suri tauladan sebagai acuan. Pun pada upaya menghadirkan surga sebelum surga di rumah kita, meski tampilan fisik bukan hal utama namun saat ia nyaman dipandang mata maka akan berpengaruhlah kepada kondisi kejiwaan wanita (pengalaman pribadi siih ini mah); maka upaya menjadi qurota a'ayun bagi pasangan serta menjadikan buah hati qurota a'yun pun rasanya bukan mimpi disiang bolong.

Bebenah dengan segala keriweuhannya (apalagi punya balita dua) adalah upaya yang harus dialasi oleh wahyu; agar lelah yang tak berkesudah dapat disikapi dengan strategi dan senyum penuh maknawi namun yang terpenting ridho Illahi.
---
Idealisme tulisan diatas masih tahap proseees, semoga Allah bimbing kita dalam menghadirkan surga sebelum surga di rumah kita.

#KelasBebenahSadis
#KelasBebenahSadihElementary
#KBSE13

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)