Ibu.. Bersabarlah dengan kesabaran yang indah..
Malam yang larut, suara bising mulai surut.
Ku tau kau tak benar-benar lelap dalam peluk nyanyiin gemintang.
Bisa jadi ada luka yang kau sembunyikan dalam diam atau sesal atas teriak maupun sikap yang kelewatan.
Ibu dan perasaannya.
Ibu dan kelelahannya.
Ibu dan luka masa lalunya.
Ada bayang masa lalu yang tak benar-benar hilang, bukan karena dihafal setiap "adegannya" tapi kita tidak memberi ruang untuk 'merelakannya'.
Izinkan aku berbagi sebagai catatan kecil inspirasi dari bongkahan besar ilmu guru kami.
Ini catatan kecil inspirasiku.
Mari terus berproses untuk sembuh; tumbuh.
-
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا صْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا
"Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik."
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 10)
Ini adalah luka sang baginda, dicerca oleh kalimat yang begitu menyakiti hati dan Allah memerintahkan; bersabar dan tinggalkanlah mereka.
Maka, adakah kalimat menyakitkan yang masih kau simpan? atau adakah narasi yang masih kau tenun hingga lukamu tak kunjung pulih?
Jika "iya", maka.. tinggalkanlah mereka.
Konteks yang kutadabburi memang bukan pada manusia tapi hal-hal yang menyakitkan, ntah itu kenangan atau sesuatu yang menambah luka. Maka, tinggalkanlah mereka dengan indah.
Ialah tidak lagi mengungkit sumber rasa sakit, tidak menyalahkan sebab yang menyesakkan. Cukup tinggalkanlah mereka.
-
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ وَمَا بَيْنَهُمَاۤ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۗ وَاِ نَّ السَّا عَةَ لَاٰ تِيَةٌ فَا صْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيْلَ
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan Bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 85)
Jika Allah telah memudahkan bagimu meninggalkan mereka maka selanjutnya maafkanlah mereka dengan cara yang indah.
Ialah memaafkan, tidak bersedih hati serta tidak marah pada hal-hal yang menyumbang rasa sakitmu.
Tinggalkan mereka dengan hati yang lapang dan hati yang memaafkan.
-
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَا صْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا
"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik."
(QS. Al-Ma'arij 70: Ayat 5)
Bersabar bukan perkara yang mudah memang, maka Qur'an menggambarkan dengan rasa yang luar biasa.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَجَآءُوْ عَلٰى قَمِيـْصِهٖ بِدَمٍ كَذِبٍ ۗ قَا لَ بَلْ سَوَّلَتْ لَـكُمْ اَنْفُسُكُمْ اَمْرًا ۗ فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗ وَا للّٰهُ الْمُسْتَعَا نُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ
"Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Ya'qub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.""
(QS. Yusuf 12: Ayat 18)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ بَلْ سَوَّلَتْ لَـكُمْ اَنْفُسُكُمْ اَمْرًا ۗ فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَنِيْ بِهِمْ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
"Dia (Ya'qub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.""
(QS. Yusuf 12: Ayat 83)
Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya:
“Sabar yang indah adalah sabar yang tidak ada keluhan dan aduan kepada selain Allah.”
Inilah puncak dari rangkaian akhlak yang ingin Allah sampaikan melalui penuturan pada kekasih-Nya.
Jika kau resah, adukan pada-Ku.
Jika kau sesak, datanglah pada-Ku.
Jika seluruh manusia tak lagi memberi ruang untukmu, selalu ada Aku yang siap menerima lukamu.
.
Tinggalkanlah.
Maafkanlah.
Bersabarlah.
Bukan sekedar untukmu.
Bukan sekedar untuk lapangnya dadamu.
Jika luka itu tak lagi menganga maka fokus kita berpindah pada sesuatu yang lebih besar; kegemilangan generasi selanjutnya.
Ibu..
Bersabarlah dengan kesabaran yang indah karena setiap peluhmu tercatat; isak tangismu menggema; doa tulusmu sampai kepada Rabb semesta.
Ibu..
Bersabarlah dengan kesabaran yang indah, semoga dengannya Allah jaga anak-anak kita, keluarga kita.
-
Terinspirasi dari kajian Tarahum bersama Kyai Budi Ashari Hafidzahullah berjudul "Indahkan Lukamu"
Comments
Post a Comment