Mahkota Pujian (Mukhadimah)
Wanita memang memesona.
Namun hari ini, naas memang; fana membuatnya nista.
Padahal sudah sejak berabad tahun lalu, sang kekasih menyampaikan tentang "tali ikatan" yang memuliakan.
Syari'at islam.
Ya..
Ialah Allah, Dzat yang menciptakan; Ia pula yang paling mengerti tentang makhluk yang didominasi perasaan dalam kesehariannya ini..
Maka, selayaknya mawar; meski dunia dipenuhi rintangan tapi tetaplah merekah indah dan tebarkan 'pesonanya' untuk semesta.
Tak perlu tampil cantik nan melenggok sebagaimana "cara orang-orang 'bodoh' mengagumi" cukup selami samudra bait-bait surat cintaNya lalu berkaca pada semua sosok mulia yang pernah menjadi mawar² 'haroki' dimasa nabi; pada sebelum atau pada masa setelahnya.
Allah paling tau, Ya..
Allah paling tau bagaimana kondisi iman kita yang seringkali naik merangkak lalu tiba-tiba terjun bebas kemudian jalan stagnan (ah! Mungkin itu hanya aku)..
Allah paling tau..
Bahagianya kita sebagai seorang beriman, Allah pula yang paling tau bagaimana merawat semangat keimanan itu agar saat pudar tak membuatnya berputus asa pada Rahmat Tuhannya.
Pujian.
Awalnya Allah sampaikan tak tersirat kepada seluruh mukmin.
Ia terdiksi dengan sebutan umum hingga akhirnya protes para wanita mulia terlayangkan.
Pujian.
Cara 'unik' tersebut adalah pujian.
Iman penuh ujian, istiqomah itu tak mudah dan taat itu berat sehingga Allah dan RasulNya sendiri yang memberi "sentuhan" secara langsung.
Agar ia menjadi simpul yang menguatkannya kala lelah mendera, menjadi asa yang melapangkan saat dunia sesak dan menyempitkan dada; Menjadi harapan akan pertemuan abadi setelah dunia.
👑 Mahkota Pujian 👑
Mari belajar dari wanita-wanita mulia
#Resume (dialih diksi bahasakan 😂) kajian wanita series tentang "Mahkota Pujian" ust. Herfi G. Faizi, Lc
Comments
Post a Comment