Posts

Mahkota Pujian; Kecerdasan yg mengantarkan pujian

Aduhai putriku sayang.. Ialah wanita yg Allah fitrahkan dengan kelembutan, dengan kasih sayang karena tertumpu padanya peran-peran "pengasuhan".. Meski begitu, bukan berarti ranah rumah perkara karya tanpa ilmu karena jika itu terjadi maka cacatlah amal kita.. Jadilah wanita yg cerdas nak; selayaknya wanita yg Allah kisahkan dalam Al-Qur'an sehingga memperoleh pujian dari Pemilik Semesta Alam.. Tersebutlah ratu bilqis dalam tafsir beberapa kitab, ialah pemimpin di negri Saba', pemilik istana megah lagi makmur negaranya.. Bermula dari "tersesatnya" hud-hud hingga sampai surat Nabi Sulaiman padanya.. akal cerdasnya jadi wasilah Allah tuntun pada hidayah islam untuk ia dan masyarakatnya.. Pada ratu Bilqis kita belajar nak, meski rasa kita lebih dominan dari akal kita saat merespon apapun yg hadir dalam hidup ini tapi tahanlah diri; jangan reaksional.. Mungkin kita perlu diam, berpikir dan meminta petunjuk kepada Allah atas langkah yg dapat kita ambil..  Bukanka...

ibu, kuatlah!

Image
"Perjalanan hijrah Rasulullah adalah milik keluarga Abu Bakar Ra" begitulah kalimat yang dikutip dari kajian 'ibu, kuatlah!' pada sesi pertama pada waktu lalu.. Iman itu seolah mengakar dan mendarah daging; mengalir dari sulbi sang ayah hingga putra dan putrinya. Padahal, oh.. duhai iman tak dapat diwarisi oleh ayah yg bertakwa. Mari kita kembali menyusuri lembar-lembar sejarah yg rimanya tak pernah habis disyarah zaman, selalu saja ada hikmah yg dapat direguk dari samudranya. Asma binti Abu Bakar, namanya memang tak semasyhur saudarinya tapi kokoh jiwa dan imannya mampu menggetarkan singgasana musuh yg tak segan menguliti putra tercintanya.. " Wahai ibu, orang-orang tak lagi setia kepadaku. Bahkan anak dan istriku juga tak mau membelaku. Tidak ada yang mau membersamaiku kecuali mereka yang hanya mampu bertahan sesaat kedepan sedangkan musuh bersedia memberikan apa saja yg ku mau.. lantas bagaimana menurutmu?" Ujar Abdullah bin Zubair Ibu mana yg...

Mahkota Pujian (Mukhadimah)

Wanita memang memesona. Namun hari ini, naas memang; fana membuatnya nista. Padahal sudah sejak berabad tahun lalu, sang kekasih menyampaikan tentang "tali ikatan" yang memuliakan. Syari'at islam. Ya.. Ialah Allah, Dzat yang menciptakan; Ia pula yang paling mengerti tentang makhluk yang didominasi perasaan dalam kesehariannya ini.. Maka, selayaknya mawar; meski dunia dipenuhi rintangan tapi tetaplah merekah indah dan tebarkan 'pesonanya' untuk semesta. Tak perlu tampil cantik nan melenggok sebagaimana "cara orang-orang 'bodoh' mengagumi" cukup selami samudra bait-bait surat cintaNya lalu berkaca pada semua sosok mulia yang pernah menjadi mawar² 'haroki' dimasa nabi; pada sebelum atau pada masa setelahnya. Allah paling tau, Ya..  Allah paling tau bagaimana kondisi iman kita yang seringkali naik merangkak lalu tiba-tiba terjun bebas kemudian jalan stagnan (ah! Mungkin itu hanya aku).. Allah paling tau.. Bahagianya kita sebagai seorang berim...

Ibu dan mahar untuk bidadari surga anaknya (Bagian 1)

Aduhai anakku sayang, sungguh bergetar hati ummi membacanya nak.. Tak kuasa membayangkan bahwa itu adalah aku dan kamu.. Mungkin ini adalah karena iman ibumu yang masih bertalu dengan kenikmatan dunia.. Kisah ini nak, semoga jadi pemantik bara amal keshalihan; semoga menjadi pemberhentian pada angan terhadap kehidupan fana yang tak seberapa.. Dengarkanlah nak, dengarkan ummi bertutur kisah.. Di Basrah, saat musuh melewati batas sebuah negri Islam; Abu Ubaid (seorang khatib) membakar semangat jihad dengan mengabarkan kenikmatan dunia dan sifat bidadari didalamnya.. Ia adalah cerahnya fajar yg tenang namun riang Diciptakan dari setiap sudut yang istimewa Apakah kau tau, sang peminang mendengarkannya, Duhai kekasih, tidaklah aku lebih suka kepada selainnya, Jangan sekali-kali kau menyerupai orang yang bersungguh-sungguh mendapatkannya Melamar diriku namun penuh kelalaian. Sehingga orang-orang akan mengejeknya. Perbaikilah (dirimu). Duhai andai ditolak darinya. Ketika piala itu diterbangka...

Fenomena mengomel ibu dipagi hari

Bismillah.. Semoga Allah tetapkan manfaat padaku dan siapapun yang membacanya.. Berikut resume dari zoom Sharing Bareng Kelas Bubby oleh mbak Vidya dari sudut pandang holistik. Pagi merupakan waktu yang diberkahi, kebaikannya akan berdampak pada kebaikan sepanjang hari tapi tidak bisa dipungkiri bahwa diwaktu tersebut tak sedikit ibu-ibu yang "menggemakan" suaranya bak stereo sambutan untuk matahari yang datang menyinari.. Padahal, suami dan anak-anak yang diantarkan dengan penuh senyum, tutur lembut dan ucapan semangat akan menjadi awal kebaikan untuk aktivitas mereka diluar rumah.. Maka apakah sebab dari "keruwetan" ibu dipagi hari??  Mbak Vidya menyampaikan bahwa akar dari emosi ibu dipagi hari adalah karena adanya kebutuhan ibu yang tidak terpenuhi.. Kebutuhan yang dimaksud itu melingkupi banyak hal karena diri kita terdiri dari berbagai bagian (emosi, nutrisi, spiritual dkk).. "Bagaimana mungkin ia mampu memenuhi kebutuhan suaminya, kebutuhan anak-anak nya...

Pemilik Hati Sang Kekasih

Cinta; Biarlah ia termakna kata kerja meski hanya menjelma senyum simpul pada semburat purnama. Fana telah merenggutnya namun jiwa tak mampu mengibas segala kata dan rona wajahnya. Cinta; Biarlah kita belajar dari (pemilik hati) sang maha gurunya; tentang cinta dan kesejatiannya. Inilah kisah cinta sang kekasih; perihal yang tak pernah kelu aku merapalnya.. Duhai pemilik hati sang kekasih; pada hatimu aku mampu bercermin, tentang sosok wanita mulia penghulu wanita surga. Duhai pemilik hati sang kekasih; kisahmu begitu masyhur, budimu begitu luhur. Aku dengar bahwa jauh sebelum kau tetapkan hati pada seseorang pemuda al-amin lagi terjaga dalam menjaga itu, kau sesungguhnya telah mempersiapkan diri. Pesan nubuwat merebak hingga kepelosok negri. Duhai pemilik hati sang kekasih; Hari-hari setelah sang kekasih berlarian dengan wajah penuh peluh, kau tak lagi mampu menemukan lelap dalam nyanyain gemintang. Namun, tak sedikit pun sesal dan segala kesah kau lontarkan; hingga Allah titipkan sal...

Kematian

Nak, renungkanlah tentang kematian dan berdoalah agar Allah jadikan hatimu bergetar saat sejenak saja mengingatnya. Kematian, nak! Persinggahan yang melepas segala yang sebentar menuju perjalanan panjang sebuah keabadian. Kematian, nak! Merupakan cara Allah mendidik kita agar menjadikannya cermin "kau tak selamanya di dunia" Kematian, nak! Akhir yang harus kita awalkan; biarkan ia menjadi cambuk bagi hati yang lalai- biarkan ia menjadi tombak yang siap memburu nafsu-nafsu yang menggebu. Kematian, nak! Ummi atau pun abi tak pernah tau kapan ia menghampiri tapi pesan kami saat ia menjemput, jadilah engkau sebaik² abdi-Nya sayang; jadilah pelanjut langkah-langkah kebaikkan dari perjuangan yang debunya adalah keringat ketidaknyamanan. Kematian, nak! Sejatinya tak perlu kau risaukan, cukup jadikan ia keniscayaan agar engkau dapat memaksimalkan nikmat waktu yang telah Allah berikan. Kematian, nak! Sejatinya tak perlu kau risaukan, cukup jadikan ia keniscayaan agar engkau dapat mela...