Posts

nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (2)

Mampu berlama dalam mentadabburi dan dapat menggali banyak inspirasi merupakan karunia dari Allah, nak. Jika kelak kau Allah mampukan menjejakinya maka syukuri dengan sepenuh taat dan berdoalah agar mampu menjadikannya amal nyata. Masih tentang surat an.nur dan mungkin pada beberapa tulisan selanjutnya, kita akan menikmati hidangan Allah ini lebih dalam, insyaallah. Berprasangka baik pada diri sendiri Ada dialog menarik yang diabadikan oleh sejarah dalam tragedi fitnah yang menimpa ibunda kita, nak. Ialah percakapan Abu Ayyub Al-Anshari r.a dengan istrinya. "Andaikan dinda menjadi 'aisyah, mungkinkah dinda melakukan yang ramai dibicarakan " tanya abu Ayyub penuh cinta kepada sang istri. Istrinya menjawab " tidak akan!" " Aisyah lebih baik dari Dinda" Abu Ayyub melanjutkan. Kemudian perbincangan itu berlanjut. Istrinya balik bertanya " andai kanda menjadi Shafwan bin Mu'athal, apakah kanda akan melakukan seperti yang ramai dibicarakan?" ...

nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (1)

Berita fitnah itu begitu cepat tersebar, secepat angin topan meluluhlantakkan satu perkampungan. Hati Rasulullah tak karuan, pasalnya hampir seluruh orang-orang di Madinah membicarakan perkara istri tercintanya sedangkan wahyu tak kunjung turun. Sebulan berlalu hingga Allah turunkan ayat sebagai legalitas pembebasan atas fitnah yang menimpa Ummul mukminin Aisyah r.a. -- QS. An.Nuur Surat ini bicara tentang adab-adab sosial, nak. Awalnya ummi tergelitik dengan hadis yang dicantumkan oleh ust. Amru Khalid dalam karyanya Khawatir Qur'aniyah, hadis tersebut menuturkan untuk mengajari anak laki-laki surat al-maidah dan ajari anak perempuan surat an.nuur. Ummi yakin bahwa apa yang disampaikan Rasulullah bukanlah sekedar ucapan pasti ada isyarat kebaikan disana, isyarat agar kita memikirkan lebih dalam dan menjadikannya panduan. Maka, ummi coba telusuri dengan pemahaman yang masih sangat terbatas. Berharap semoga inspirasi tadabbur yang diperoleh dapat menjadi bekalmu kelak, sayang. -- Co...

ibu, pulanglah! sebelum semuanya terlambat

Malam semakin larut, dua balita yang sejak pagi ku bersamai kini telah terlelap dalam dekap. Melelahkan memang, ya! Melelahkan. Membersamai dan mendidik generasi memang melelahkan sama melelahkannya dengan upaya orang-orang yang ingin merusaknya namun yang membedakan adalah kita memiliki harapan disisi Allah. Sebagai pelipur lelah, penyeka peluh dan penguat asa. Ku putar lagi kajian ustadz Budi Ashari tentang ibu . -- Suatu hari, ada seorang laki-laki yang ingin mengadukan kepada khalifah Umar r.a tentang istrinya yang begitu cerewet. Bergegas ia menuju rumah sang pemimpin namun sesampainya ia di depan pintu, terdengar suara istri Umar yang sedang bicara panjang lebar kepadanya. Mendengar hal itu, laki-laki tersebut memutuskan untuk kembali pulang. Kepergiannya terlihat oleh Umar dan dipanggilah ia lalu ditanyakan urusannya. Mendengar penjelasan tersebut Umar berkata, kau tau mengapa saya sabar terhadap istri saya? Ialah karena dia memasakkan makanan saya, mengadoni roti saya, dialah y...

Untuk para istri, beginilah Al-Qur'an bertutur tentang kita

Ketika akad terucap; perjanjian yang disaksikan langsung oleh Allah, ketika itu pula jangkar bahtera siap diangkat.  Mendampingi bukan tentang selalu ada disisi, bukan juga tentang " Alhamdulillah ada yang menafkahi " atau sekedar untuk pemanis feed disosial media. Bukan! Ialah pasangan kesejiwaan kita dalam bertumbuh karena yang sebagian kini sudah 'penuh'. Banyak persepsi yang terbentuk tentang seorang istri, gaung kesamaan hak dalam mengais Rizki sampai kebebasan dalam menyalurkan hobi.  Salahkan? Silahkan jawab sendiri -- Nafas kita lebih sering berburu jika bicara ilmu dalam berumahtangga. Hal niscaya yang tak sedikit abai dalam mempersiapkannya dan akhirnya kita korbankan bagian terpenting dari nadi umat ini; generasi. Menjadi istri pun dipandu oleh wahyu, bahkan peran ini merupakan peran terbanyak yang Allah bicarakan dalam kalam-Nya. Istri.. Ialah malam  dengan segala karakteristiknya, perumpamaan yang Allah abadikan agar kita banyak mengambil pelajaran dan m...

Untukmu muslimah singlelillah, beginilah Al-Qur'an bertutur padamu

Hati tak karuan, wajahnya selalu terbayang, suara lantunan Qur'annya terus menggema ditelinga. Bayangan indah kehidupan pernikahan terngiang siang-malam. Duhai, indahnya bisa berdua dalam berdoa disepertiga malam. Duhai indahnya bisa saling mengisi kala suka dan dukanya. Duhai, indahnya bisa datang kajian bersama.  Handphone  ditangan, meski telah berpuluh kali layar si pintar menayangkan dua sejoli yang baru saja halal tapi tak juga ada rasa bosan. Membaca tentang dunia pernikahan bukan membuatnya tersadar tentang sebuah amanah besar tapi malah membuatnya semakin deg-deg'an. - Ada yang salah!! - Dalam keseharian, hijab tak lagi dipedulikan. "Hijab hati sudah cukup" katamu beralibi. Padahal aktivitas yang digeluti adalah amal kebaikan bervisi surgawi. Bercampur baur sudah terlalu lumrah. "Biar lebih luwes" ujar yang lain menanggapi. Padahal  kultum pembuka yang disampaikan adalah agar Allah memberkahi  - Ada yang salah!! - Ya, ada yang salah!! Banyak dari ki...

Qowammah dan muslimah (2)

Kemuliaan itu tak berkurang sedikitpun meski akhirnya bahtera yang telah berlayar menjadi karam dan penumpangnya harus pergi menyelamatkan diri. Sayyidah Zainab binti Jahsy, wanita mulia dengan nasab yang tinggi. Pada jalur ayah, ia akan bertemu dengan Rasulullah melalui Abdul Muthalib.  Zaid bin haritsah r.a, laki-laki mulia yang menjadi putra angkat tercinta nabi.  Ketika keduanya bertemu ada ketimpangan yang terjadi. Qowammah Zainab lebih tinggi, berulangkali mengingatkan tentang 'ayah-ayah' mereka dan keutamaannya. Hal yang tak dapat dipungkiri tapi sangat mengusik fitrah qowammah sang suami. Ialah qowammah... Yaa.. qowammah, modal mutlak laki-laki sebagai Rijal. An-Nisa' 4:34 ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّۖ ...

Qowammah dan muslimah (1)

Terkepung! Kondisi semakin sulit, prasangka baik tercekat. Allah goncangkan hati orang-orang mukmin dengan goncangan dahsyat, disitulah iman pun diuji. Amru Khalid dalam bukunya Khowathir Qur'aniyah menuliskan bahwa setiap ayat dalam QS. Al-ahzab menjelaskan tentang perintah taat kepada Allah dan berserah diri dalam kondisi-kondisi yang sulit. -- Sebuah kisah dalam kalam-Nya yang mulia; yang tidak pernah ada keraguan didalamnya. Kisah ini istimewa karena Allah cantumkan secara jelas nama sahabat mulia yang dimaksudkan. 'Putra' kesayangan sang nabi yang dinikahkan langsung oleh sepupunya sendiri. Awalnya ada penolakan dari wanita yang dipinang dan juga saudar laki-lakinya karena Zaid adalah mantan budak nabi, namun Allah langsung menegurnya dengan ayat: Al-Ahzab 33:36 وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا  Dan tidaklah ...