nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (2)
Mampu berlama dalam mentadabburi dan dapat menggali banyak inspirasi merupakan karunia dari Allah, nak. Jika kelak kau Allah mampukan menjejakinya maka syukuri dengan sepenuh taat dan berdoalah agar mampu menjadikannya amal nyata.
Masih tentang surat an.nur dan mungkin pada beberapa tulisan selanjutnya, kita akan menikmati hidangan Allah ini lebih dalam, insyaallah.
Berprasangka baik pada diri sendiri
Ada dialog menarik yang diabadikan oleh sejarah dalam tragedi fitnah yang menimpa ibunda kita, nak. Ialah percakapan Abu Ayyub Al-Anshari r.a dengan istrinya.
"Andaikan dinda menjadi 'aisyah, mungkinkah dinda melakukan yang ramai dibicarakan" tanya abu Ayyub penuh cinta kepada sang istri.
Istrinya menjawab "tidak akan!"
"Aisyah lebih baik dari Dinda" Abu Ayyub melanjutkan.
Kemudian perbincangan itu berlanjut.
Istrinya balik bertanya "andai kanda menjadi Shafwan bin Mu'athal, apakah kanda akan melakukan seperti yang ramai dibicarakan?"
"Tidak mungkin" Abu Ayyub menegaskan
Istrinya kembali berkata "Shafwan lebih baik dari kanda"
Dialog yang menarik bukan? Percakapan yang dipuji langsung oleh Allah.
An-Nur 24:12
لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ
Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”
Berbaiksangkalah sayang, terlebih ia saudaramu seaqidah. Bukankah jelas sabda nabi bahwa kita ibarat satu bangunan yang kokoh?!
Berbaiksangkalah sayang, karena ia akan menentramkan jiwa sehingga lisan terkunci dari membicarakan aib saudara.
Berbaiksangkalah sayang, sebagaimana engkau ingin agar orang lain memiliki prasangka yang baik tentang mu.
Berbaiksangkalah sayang, jika kau tak dapatkan pada satu alasan; temukan ia dalam seribu satu alasan lainnya.
Berbaiksangkalah sayang, karena prasangka Allah pun ada pada prasangka hambaNya.
Comments
Post a Comment