Untuk para istri, beginilah Al-Qur'an bertutur tentang kita

Ketika akad terucap; perjanjian yang disaksikan langsung oleh Allah, ketika itu pula jangkar bahtera siap diangkat. 

Mendampingi bukan tentang selalu ada disisi, bukan juga tentang "Alhamdulillah ada yang menafkahi" atau sekedar untuk pemanis feed disosial media.

Bukan!

Ialah pasangan kesejiwaan kita dalam bertumbuh karena yang sebagian kini sudah 'penuh'.

Banyak persepsi yang terbentuk tentang seorang istri, gaung kesamaan hak dalam mengais Rizki sampai kebebasan dalam menyalurkan hobi. 
Salahkan?
Silahkan jawab sendiri
--
Nafas kita lebih sering berburu jika bicara ilmu dalam berumahtangga. Hal niscaya yang tak sedikit abai dalam mempersiapkannya dan akhirnya kita korbankan bagian terpenting dari nadi umat ini; generasi.

Menjadi istri pun dipandu oleh wahyu, bahkan peran ini merupakan peran terbanyak yang Allah bicarakan dalam kalam-Nya.

Istri..
Ialah malam dengan segala karakteristiknya, perumpamaan yang Allah abadikan agar kita banyak mengambil pelajaran dan menjadikannya pedoman.

Ialah para wanita mulia, orang-orang yang paling jernih cerminnya dalam mengimplementasikan wahyu. Allah hadirkan mereka agar kita dapat menapaki kembali jejaknya, mengukir kebesaran generasi di zaman yang berbeda.

Ialah penyulam sakinah didalam maskanah; selimut terhangat peluruh riuh.
--
Peran terbanyak sebelum membicaran peran sebagai ibu, pribadi dan sosial adalah isyarat bahwa keberhasilan kita pada peran sebagai istri akan berdampak terhadap peran lainnya.

Pun pada peran ini, ada nasib satu bahtera yang menjadi taruhannya jika kita gagal mengupayakan diri.

Tulisan-tulisan ini hakikatnya hanya sebagian (sangat) kecil dari besarnya pelajaran yang terkandung didalam Al-Qur'an tentang peran sebagai seorang istri.

Maka, mari sama-sama buka lagi Qur'an kita, baca dan tadabburi lalu jadikan ia panduan. Agar kita mampu menjadi mata air yang segarnya dapat direguk oleh penghuni rumah kita dan terciptalah surga sebelum surga didalamnya.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)