Qowammah dan muslimah (2)
Kemuliaan itu tak berkurang sedikitpun meski akhirnya bahtera yang telah berlayar menjadi karam dan penumpangnya harus pergi menyelamatkan diri.
Sayyidah Zainab binti Jahsy, wanita mulia dengan nasab yang tinggi. Pada jalur ayah, ia akan bertemu dengan Rasulullah melalui Abdul Muthalib.
Zaid bin haritsah r.a, laki-laki mulia yang menjadi putra angkat tercinta nabi.
Ketika keduanya bertemu ada ketimpangan yang terjadi. Qowammah Zainab lebih tinggi, berulangkali mengingatkan tentang 'ayah-ayah' mereka dan keutamaannya.
Hal yang tak dapat dipungkiri tapi sangat mengusik fitrah qowammah sang suami.
Ialah qowammah...
Yaa.. qowammah, modal mutlak laki-laki sebagai Rijal.
An-Nisa' 4:34
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.
Dua hal yang harus dijaga oleh para istri agar pilar rumahtangganya kokoh. Kelebihan yang dimiliki suami (apapun itu, entah ilmu atau kebaikan lainnya) dan nafkah. Kebergantungan kita pada suami dalam hal nafkah akan mengokohkan qowammahnya, meski sang istri memiliki penghasilan sendiri tetaplah menengadahkan tangan. Hal tersebut seolah isyarat "aku membutuhkan mu".
Maka perlu kesekufuan dalam menimbang calon pasangan sebelum melangsungkan pernikahan.
Mungkinkah jika sang istri memiliki keutamaan lebih dari sang suami?
Sangat mungkin.
Lihatlah sayyidah Khadijah dan Rasulullah.
Jika berkaca pada status sosial, kita akan mendapati pernikahan seorang bos dan orang yang dipekerjakannya. Lalu bagaimana kondisi bahtera yang dibina?
Sejarah tentang kesetiaan cinta nabi rasanya lebih dari cukup untuk menjadi jawaban.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Karena sayyidah Khadijah menurunkan qowammahnya. Ia berikan segala perniagaan yang dikelola kepada suami tercinta, ia taati tanpa tapi dengan sepenuh hati.
Begitulah...
Begitulah Allah ingin mengajari kita sebagai seorang istri. Melalui hamba-hambaNya yang mulia.
Maasya Allah,mudah terasa tatkala membaca, namun berat ketika dialami secara nyata. Tapi tetap yakin bahwa semuanya adalah takdir Allah dan pasti selalu ada kebaikan dari setiap kejadian.
ReplyDeleteBaru baca :").. Insyaallah.. Allah tau kapasitas kita pun pada hal² yang akan menjadi ladang amal kita.. Setiap istri punya ladang amal masing².. :*)
Delete