nak, beginilah QS An.Nuur mengajarkan kita (1)

Berita fitnah itu begitu cepat tersebar, secepat angin topan meluluhlantakkan satu perkampungan. Hati Rasulullah tak karuan, pasalnya hampir seluruh orang-orang di Madinah membicarakan perkara istri tercintanya sedangkan wahyu tak kunjung turun.

Sebulan berlalu hingga Allah turunkan ayat sebagai legalitas pembebasan atas fitnah yang menimpa Ummul mukminin Aisyah r.a.
--
QS. An.Nuur

Surat ini bicara tentang adab-adab sosial, nak. Awalnya ummi tergelitik dengan hadis yang dicantumkan oleh ust. Amru Khalid dalam karyanya Khawatir Qur'aniyah, hadis tersebut menuturkan untuk mengajari anak laki-laki surat al-maidah dan ajari anak perempuan surat an.nuur.

Ummi yakin bahwa apa yang disampaikan Rasulullah bukanlah sekedar ucapan pasti ada isyarat kebaikan disana, isyarat agar kita memikirkan lebih dalam dan menjadikannya panduan. Maka, ummi coba telusuri dengan pemahaman yang masih sangat terbatas. Berharap semoga inspirasi tadabbur yang diperoleh dapat menjadi bekalmu kelak, sayang.
--
Corong fitnah

Pada permulaan narasi ini, ummi paparkan ulasan kisah saat ibunda kita di fitnah, nak. Kau tau sayang, saat itu umat muslim terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kebingungan, kelompok yang tidak dapat mengambil sikap dan kelompok yang tegas berkata bahwa mereka tidak percaya.

Berita tersebut mampu memecah umat muslim. Kau tau sayang apa penyebab dari kegaduhan itu?
Ialah lisan seorang gembong munafiqun; Abdullah bin ubay bin salul.

Pelajaran berharganya nak, untukmu dan untuk ummi adalah agar kita berhati-hati dengan lisan kita. Daging tak bertulang ini bisa jadi sebab tergelincirnya kita dalam neraka. Namun, melihat kondisi hari ini di zaman ummi; lisan itu tak hanya berbentuk daging tak bertulang saja tapi juga pada ujung-ujung jari ini nak.

Berita fitnah itu begitu cepat tersebar karena ada yang menyebarkannya, membuat orang-orang resah. Kondisi yang tak ada bedanya dengan zaman hari ini, betapa mudah berita itu tersebar hanya dengan hentakan jari.

Maka, jaga lisanmu, jaga jarimu nak. Jangan sampai ia menjadi sebab tersakitinya saudaramu, jangan sampai ia menjadi sebab pecahnya umat ini. Sungguh, sesuatu yang kita anggap ringan bisa jadi besar disisi Allah.

An-Nur 24:15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ 

(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)