Untukmu muslimah singlelillah, beginilah Al-Qur'an bertutur padamu
Hati tak karuan, wajahnya selalu terbayang, suara lantunan Qur'annya terus menggema ditelinga.
Bayangan indah kehidupan pernikahan terngiang siang-malam. Duhai, indahnya bisa berdua dalam berdoa disepertiga malam. Duhai indahnya bisa saling mengisi kala suka dan dukanya. Duhai, indahnya bisa datang kajian bersama.
Handphone ditangan, meski telah berpuluh kali layar si pintar menayangkan dua sejoli yang baru saja halal tapi tak juga ada rasa bosan.
Membaca tentang dunia pernikahan bukan membuatnya tersadar tentang sebuah amanah besar tapi malah membuatnya semakin deg-deg'an.
-
Ada yang salah!!
-
Dalam keseharian, hijab tak lagi dipedulikan. "Hijab hati sudah cukup" katamu beralibi. Padahal aktivitas yang digeluti adalah amal kebaikan bervisi surgawi.
Bercampur baur sudah terlalu lumrah. "Biar lebih luwes" ujar yang lain menanggapi. Padahal kultum pembuka yang disampaikan adalah agar Allah memberkahi
-
Ada yang salah!!
-
Ya, ada yang salah!!
Banyak dari kita yang keliru berlaku, seolah tak ada yang memandu padahal wahyu menjadi bacaan setiap waktu.
Maka kini, mari biarkan Al-Qur'an bertutur tentangmu. Tentang mu yang kelak akan mengemban amanah besar itu. Tentangmu yang menjadi sasaran empuk orang-orang pembenci agama ini. Tentangmu yang masih teguh menjaga kesucian diri dan hati.
Bersikaplah sebagaimana dua wanita Madyan itu bersikap. Ia menjaga Izzah diri dalam bertutur dan bergaul. Bahkan Allah pun abadikan bagaimana salah seorang diantara mereka berjalan saat bersama laki-laki yang bukan mahramnya.
Peliharalah rasa malumu karena ia adalah mahkota yang tak perlukan singgasana. Ia perlu dijaga hingga kau sendiri yang kelak memberikannya. Jika mahkota itu telah rusak maka rusaklah 'nilai' dirimu.
Begitu banyak Al-Qur'an bicara tentangmu. Ialah isyarat bahwa kau begitu berharga, kau kelak menjadi harapan lahirnya generasi-generasi yang akan memenuhi janji nubuwwat itu.
Janganlah lagi resahkan hal-hal sepele. Bukalah Al-Qur'an mu, baca dan tadabburi bagaimana seharusnya muslimah menempatkan diri.
Comments
Post a Comment