wanita; ayat Allah dimuka bumi (part 2)

Matahari mulai bergerak ke ufuk barat, penanda bahwa masa akan memasuki fase malamnya.
Seorang wanita muda baru saja melepaskan sepatu dan meletakkannya di rak kecil hitam yang berada tepat dibagian kanan pintu.

Wajah itu terlihat lelah, kedatangannya disambut oleh suara celoteh balita yang datang merangkak menghampiri, gerakan yang diikuti oleh seorang wanita paruh baya dari balik tirai.

"Ma.. ma..ma.."
"Halo sayang.. tunggu ya sebentar sama mbak, mama bersih-bersih dulu"
--
Fenomena diatas merupakan potret yang lumrah dalam keluarga² muslimah hari ini, aktivitas yang digeluti bukan karena keterdesakan tapi begitu ringan dilakukan dan akhirnya ada yang terkorbankan.

Aktivitas sosial (kegiatan diluar rumah) merupakan agenda yang tidak dipungkiri oleh Al-Qur'an, namun adakah kita memyeksamai bagaimana Al-Qur'an mengaturnya? Adakah kita sadar jika ada hal yang kita lakukan bertentangan dengan kalamNya? Adakah kita berkaca, saat kita kesulitan dalam mendidik buah hati maka ada kekeliruan yang tak sadar kita lakukan?

Berdiamlah kalian di rumah-rumah kalian

Qs al-ahzab ayat 33
Merupakan perintah untuk seluruh muslimah, kaidah dasar yang harus ditaati adapun jika ada keterdesakan maka bertanyalah pada ahli ilmu.

Berdiamlah kalian di rumah merupakan sederet kalimat cinta Allah dalam menjaga wanita, bukankah telah masyhur ditelinga kita tentang sabda nabi bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita dan sebab keberadaannya karena lisan yang tak bersyukur kepada suami. 
Maka Allah menjaga wanita agar tidak terjerumus kedalamnya dengan 3 pengamanan terhadap daging tak bertulang tersebut; pada gigi, kedua bibir dan rumah. Apa namanya jika itu bukan cinta??

Wanita.. jika ia sudah berkumpul dan membentuk majelis dengan waktu yang tak sebentar, akan berpotensi untuk membicarakan orang lain.

Tadabbur lain yang dapat saya ambil dari ayat tersebut adalah ini merupakan cara Allah menyiapkan bibit-bibit unggul untuk perbaikkan umat  karena rumah tak sekedar maskanah melainkan tempat Allah menurunkan sakinah.

Wanita dan peran-perannya dalam Al-Qur'an

Seorang pakar pendidikan Islam mencoba mengumpulkan ayat-ayat yang berbicara tentang wanita, hasilnya begitu menakjubkan. Jika diurutkan, pada urutan terbanyak adalah peran wanita sebagai istri kemudian ibu lalu perannya sebagai pribadi dan terakhir perannya sebagai aktivis sosial.

Peran terbesar yang dibicarakan Al-Qur'an tak sekedar narasi dalam kitab suci, ia merupakan panduan yang harus diikuti (jika ia benar-benar menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk).  

Peran sebagai istri merupakan kunci

Pernah dengar hadis tentang dialog antara Rasulullah dan abu bakar mengenai surga? Perbincangan yang kesimpulannya adalah doa rasulullah agar abu bakar dapat masuk surga melalui pintu manapun; dengan kata lain jika seorang laki-laki ingin masuk surga dari pintu manapun maka ia harus punya kualitas seperti kualitasnya abu bakar.

Bagaimana dengan wanita?
"Jika ia shalat tepat waktu, berpuasa di bulan Ramadhan .... dan taat kepada suaminya maka dikatakan padanya "silahkan masuk dari pintu surga manapun""

Maka, peran sebagai istri adalah kunci agar kita dapat meraih keutamaan itu, pun kunci dalam pendidikan generasi. Bukankah keridhoan Allah ada pada keridhoan suami?

Ibu, tempat ananda mereguk cinta

Banyak penelitian menyebutkan dampak kerusakan yang timbul karena hilangnya sentuhan cinta dari sang bunda.

Sungguh tak akan pernah sama belaian, tatapan dan sapa lembut dari seorang ibu dengan seorang pengasuh profesional sekalipun. Bahkan, ASI yang diberikan secara langsung dan melalui media memiliki pengaruh yang berbeda meski sama-sama ASI.

Polemik antara ibu rumah tangga dan ibu bekerja

Hal yang (seolah) lumrah namun banyak yang salah kaprah.
Jika memang seorang wanita yang juga istri dan ibu harus keluar rumah, lihatlah seterdesak apa urusannya lalu tanyalah kepada ahli ilmu.

3 Mei 2020
Ummu Sa'id

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)