Duhai putriku sayang, belajarlah dari dua wanita Madyan (2)

Tatapan nanar seorang laki-laki yang sudah lanjut usia itu menyisakan tanya, matahari masih bertengger dengan terang tapi kedua putrinya sudah sampai ke rumah.

Pandangan penuh keheranan tersebut tertangkap oleh anak-anaknya lalu mereka mengisahkan kejadian yang dialami saat ditempat penggembalaan. Mendengar hal itu, sang ayah pun meminta kepada salah satu dari mereka untuk menemui pemuda yang diceritakan dan mengundangnya ke rumah.

Sesampainya ditempat nabi Musa beristirahat, putri nabi syuaib berkata bahwa ayahnya meminta ia untuk datang ke rumah.

Perjalanan yang ditempuh bukanlah jarak yang pendek. Pada mulanya, sang gadislah yang berjalan didepan nabi Musa sampai tragedi angin bertiup itu terjadi. 
Bajunya tersingkap, betisnya terlihat.

"Berjalanlah dibelakang, beri tanda jika salah jalan" ucapan itu tegas dan penuh penjagaan.

--
Kemarilah nak, mari umi lengkapi kisah tentang dua wanita Madyan itu; semoga kau dapat mengambil banyak pelajaran.

Al-Qasas 28:25

فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَاۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ 

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya (Syuaib) dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (Syuaib) berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zhalim itu.”

Ini tentang panduan Allah mengenai tata cara kita berlaku, sayang. Khususnya adalah panduan berjalan. Rasakanlah nak, rasakan betapa Allah mencintai kita dengan sempurna. Rasakanlah nak, rasakan betapa Allah memuliakan kita dengan syariat-Nya. Rasakanlah nak, rasakan bagaimana kisah wanita Madyan itu begitu hidup dalam keseharian kita. Jika kau tanya "bagaimana caranya?", Ialah dengan mengamalkan dalam kehidupan.

Berjalan.
Merupakan aktivitas keseharian, sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Ia begitu lekat sehingga kita sering menganggapnya hal biasa. Namun, Allah atur itu dalam firman-Nya. Hal itu merupakan tanda bahwa ada kemudharatan jika kita salah dalam prakteknya.

Kita dianugerahi tubuh yang berbeda dengan para laki-laki, nak. Setiap lekuknya adalah aurat sehingga Allah perintahkan untuk dijaga, ditutup kecuali wajah dan telapak tangan. Bagaimana jika perintah itu dilanggar? Tak perlu kau menunggu puluhan tahun dampaknya nak karena kerusakannya sudah sangat jelas sejak kau membuka mata dan telinga.

 تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ
Bermakna berjalan diatas rasa malu. 

Rasa malu adalah akhlak Islam. Dengannya, kehormatanmu terjaga. Dirimu berharga.

Berjalan diatas rasa malu.
Ulama menafsirkannya bahwa yang dimaksud adalah cara berjalan yang memiliki tujuan. Langkahnya pasti, tidak berlenggok kanan-kiri. Hentakannya tegas tapi lembut.

Maka, berjalanlah sayangku. Berjalanlah sebagimana jalannya wanita Madyan tersebut. Berjalan dengan 'menunggangi' rasa malu karena itu akan menjagamu.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)