Aku rusukmu, maka jadilah satu

“Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”

FirmanNya seolah menjadi kabar gembira, penguat asa agar anak-cucu adam termasuk hamba-hamba yang tak bersyukur. Mereka berseru pada celah yang dapat mereka isi, kanan-kiri, atas-bawah atau depan maupun belakang. 

Hati-hati jaga 'aurat'mu

Para pembangkang itu berhasil menghasut ayah-ibu kita, membuat mereka melampaui batas.  Aurat mereka terbuka! Ya, itulah gols mereka.

Pengalaman yang dapat kita jadikan pelajaran. Jika saja kita lihat kondisi hari ini, tentang "bagaimana para muslimah dirusak habis-habisan?" Maka kita akan dapati pola yang sama, "membuka auratnya!". Perhatikanlah, 'serangan' trend fashion begitu genjar. Alih-alih memberikan banyak pilihan model tapi kita akan terjerumus menjadi golongan yang berpakaian tapi telanjang atau masuk kategori "pezina" tanpa disadari, innalilahi.

Inspirasi lain yang ku dapatkan tentang membuka aurat lainnya yaitu begitu banyak fasilitas tersedia yang secara tidak sadar menjadi alat untuk 'membuka aurat' kita.
Lihatlah, betapa banyak orang mudah menuliskan cerita hariannya di sosial media, mulai dari kebaikan diri, suami bahkan pada sisi yang harusnya ditutupi.

Aku rusukmu, maka jadilah satu

Bagian ini adalah kisah lain dari sisi kehidupan ayah-ibu kita; kisah setelah Allah memaafkan mereka dan menurunkan mereka ke dunia.

Pada kisah israiliyat, orang yang terhasut oleh iblis adalah sayyidah hawa dan akhirnya ia meminta suaminya untuk mengambil buah dari pohon yang dilarang tersebut.

Singkatnya, mereka Allah turunkan ke bumi. Saat mereka sudah berada di bumi, mereka berdoa:

(Al-A'raf 7:23)

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Menarik!
Mereka saling menginsyafi kesalahan masing-masing, bukan menyalahkan "ini karena kamu ...."
Ayat cinta yang dapat kita jadikan kaidah komunikasi dalam rumah tangga saat terjadi sesuatu, bukan menyalahkan tapi saling menyadari bahwa itu adalah kesalahan diri. 

Saling menerima dan memaafkan lalu melanjutkan bahtera kebersamaan. Saling memeluk erat dalam badai dan berkata "aku bagian dari rusukmu, fitrahku bengkok; jangan paksa aku dalam meluruskan karena ia akan patah, berlemah lembutlah".

Aku bagian dari rusukmu, maka jadilah satu.

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)