Istri setenang malam
Langit Mekah sedang berduka, kabar pilu itu hadir dari rumah al-musthofa. Terbaring kaku sesosok wanita tercinta, ia yang menutup usianya dengan janji rumah tanpa kepayahan dan kebisingan di surga. Usianya sudah tak lagi muda, terlebih setelah 3 tahun masa pemboikotan yang telah lalu.
Ramadhan, 10 tahun setelah kenabian.. ruh suci itu pergi menuju tempat tertinggi, menutup kebersamaan dengan suami yang juga seorang nabi.
Beberapa tahun kemudian
Suatu hari Aisyah r.a berkata "Aku tidak cemburu pada seorang istri nabi pun seperti kecemburuan ku terhadap Khadijah. Aku tidak melihatnya, hanya saja Rasulullah sering menyebutnya. Beliau suatu ketika menyembelih seekor kambing, kemudian beliau potong-potong menjadi beberapa bagian, setelah itu beliau kirimkan kepada teman-teman Khadijah. Aku kadang berkata kepada beliau, 'seakan di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah'"
Rasulullah menjawab "sungguh aku dianugerahi cintanya"
(Muttafaq 'alaih)
Kenangan itu terus hadir, lekat dalam ingatan, terjejak dalam tindakan. Api cinta itu terus menyala, meski sang kekasih sudah tiada.
Ialah ibunda kita, salah satu wanita penghulu surga. Allah hadirkan tak sekedar untuk mendampingi rasulNya tapi agar ia menjadi contoh untuk muslimah² dimasa setelahnya.
Ialah putri khuwailid, wanita suci yang sempurna mengimplementasikan wahyu
Ar-Rum 30:21
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةًۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Ingatkah kita pada peristiwa saat pertama kali Jibril menyampaikan wahyu di Gua Hira?
Situasi yang berhasil membuat rasul pulang dalam kondisi gemetar, membuatnya tak kuasa menjelaskan dan hanya mampu berkata "selimuti aku ... Selimuti aku" dan sang kekasih pun mengerti tanpa menghujaninya dengan banyak tanya.
Pada beberapa peristiwa tercatat tentang sikap-sikap bunda Khadijah yang membuat Rasulullah tenang, yakin dan hilang segala resah.
Ibnu Ishaq menuturkan, "Setiap kali Rasulullah mendengar sesuatu yang tidak beliau sukai, seperti bantahan dan pendustaan hingga membuat beliau sedih, Allah pasti menghilangkan perasaan itu dari beliau melalui sosok Khadijah. Ketika beliau pulang, Khadijah selalu memperkuat pendirian beliau, meringankan beban yang beliau hadapi dan membuat beliau merasa tidak perlu memedulikan omongan dan tindakan orang sampai ia wafat"
Kunci lekatnya cinta Khadijah r.a dihati nabi ada pada kata لِّتَسْكُنُوٓا۟ (litaskunuu). Maka, agar kita dapat menjadi istri yang lekat dihati suami mari sama-sama kita tadabburi dan ambil sebanyak-banyaknya inspirasi dari wahyu Illahi.
Bersambung ...
Comments
Post a Comment