ibu, janganlah khawatir dan bersedih hati

Bayi merah itu akhirnya keluar dari perut ibunya. Dua orang perawat yang dikirim kerajaan merasa jatuh cinta melihatnya, tak tega membiarkannya jika berakhir ditangan penjagal istana. Rasa cinta dan iba membuat mereka harus merekayasa keadaan yang telah terjadi.

(Sejak sang raja bermimpi akan ada seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan mengganggu kekuasaannya maka ia memutuskan untuk membunuh semua anak laki-laki yang dilahirkan.
Ketetapan tersebut dilaksanakan per dua tahun.)

Tubuh sang ibu masih lemah, perasaannya kosong setelah tau bahwa bayi yang dilahirkan adalah seorang anak laki-laki namun karena Allah telah karuniakan cinta kepada sang bayi sehingga orang-orang yang melihatnya pun langsung jatuh hati, maka .... 

"Beri ia air susu, pengawal didepan biar kami yang membereskan" ucap salah satu perawat yang membantu proses melahirkannya. Utusan raja tersebut benar-benar telah Allah buat jatuh cinta, biasanya mereka akan segera membawa bayi yang terlahir dengan jenis kelamin laki-laki untuk segera dieksekusi. (Disandur dari cermah wanita dalam Qur'an)

Kesedihan sang ibu pun sejenak hilang, ia susui bayi merah yang sudah berada dalam dekapan.

Al-Qasas 28:7

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.”

Lihatlah, bagaimana Allah memandu para ibu yang sedang menjalani proses mengASIhi..

Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati ....

Ayat yang mengabarkan bahwa ibu menyusui harus stabil jiwanya. Hal itu terlihat dari kalimat-kalimat penegasan setelah perintah menyusui kepada ibunda nabi Musa.
".... Apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah...."
Kalimat solusi yang merendam kekhawatiran karena perasaan yang berkecamuk.
"Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati"
Setelah itu ditenangkan lagi oleh Allah agar gundahnya semakin surut.
Lalu ditutup dengan kabar gembira berupa janjiNya "Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul."

Tiga kalimat, ya! Tiga kalimat yang Allah sampaikan agar ibu menyusui yang sedang tergoncang jiwanya dapat kembali tenang.

Maka.. duhai ibu, janganlah engkau takut dan bersedih hati lalu taatilah perintahNya, sebagaimana ketaatan ibunda nabi Musa a.s atas ilham yang Allah berikan.
Ketaatan yang melahirkan limpahan cinta untuk ananda, ketaatan yang akan menjadi jalan kebesaran buah hati dikemudian hari 'menjadikannya salah seorang rasul'.

---
Perkembangan ilmu hari ini pun telah membuka hikmah tentang korelasi proses menyusui dengan kondisi kejiwaan sang ibu.

Maka cukuplah ia sebagai penghias dari kesempurnaan wahyu yang tak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Allahu a'lam

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)