Penciptaan Hawa

Allah Swt. telah menciptakan Adam a.s. dan membekalinya ilmu agar dapat mengelola bumi. Namun, ada satu hal penting yang masih kurang, yaitu Hawa, a.s.

Pertama, mengapa Hawa, a.s. disebut hawa’? la disebut Hawa” karena berasal dari al-hayah (kehidupan). la tidak diciptakan [langsung] dari tanah seperti Adam a.s., tetapi dari bagian tubuh Adam a.s. Dengan kata lain, kehidupan [Adam a.s.] tidak sempurna tanpa keberadaannya. Kenikmatan hidup dan nilai kehidupan baru sempurna dengan keberadaan Hawa.

Pria dan wanita harus menyadari ini dengan baik. Kehidupan baru sempurna dengari keberadaan Hawa'. Apakah kalian bisa memahami dan menghayati hal ini? 

Engkau, wahai perempuan, adalah kebahagiaan, cinta, harapan, kasih sayang, dan kekuatan. Percayakah engkau bahwa di belakang lelaki atau anak yang kuat pasti terdapat sosok wanita yang kuat pula? Kuat di sini adalah kuat mendorong ke depan. Orang pertama yang menielaskan makna ini kepada kita adalah Sayyidah Khadijah r.a. 

Bayangkan, Jibril a.s. turun kepada Muhammad saw. seraya berkata, “Allah menyampaikan salam kepada Khadijah.” Itu terjadi saat Khadijah r.a. akan wafat. Padahal, Khadijah r.a. tidak pernah ikut berperang dalam satu pun peperangan. Beliau r.a. tidak hadir dalam Perang Badar, Perang Uhud, maupun Perang Khandak. Namun, apakah yang dilakukannya [sehingga mendapat penghormatan demikian rupa dari Allah Swt.]? Beliau r.a mendukung dan membantu Nabi saw. Apabila Hawa” merupakan ibunda pertama kita, demikian pula halnya dengan Sayyidah Khadijah r.a.

Di sini engkau bisa merasakan hikmah yang sangat indah. Seolah-olah Adam a.s. bertugas untuk memakmurkan bumi, sedangkan Hawa’ a.s. bertugas untuk memakmurkan Adam a.s. Engkaulah, wahai Wanita, yang memberikan kekuatan dan kehidupan kepada kaum Adam.

Makna kedua Hawa” berasal dari kata ihtiwa (mengayomi). Engkaulah, wahai perempuan, yang mengayomi Adam: putra, saudara laki-laki, suami, dan ayah, sehingga mereka mampu memakmurkan bumi. 


Makna ketiga Hawa, berasal dari kata haya' (sifat malu). Engkau, wahai kaum Hawa”, tidak akan bisa menjalankan tugasmu sebagai perempuan kecuali dengan perasaan malu. Engkau adalah sarana pemakmuran bumi lewat jalan pembinaan kaum Adam. 

Perhatikanlah firman Allah Swt.: 
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia menciptakan untuk kalian pasangan dari jenis kalian agar kalian tenteram kepadanya.” (Qs Ar rum : 21)

Ya, hidup tenteram itulah tugasmu. Apakah yang dimaksud dengan hidup tenteram? Engkau duduk di rumah dan menunggu kepulangan suami? Tidak, tetapi peranmu jauh lebih besar daripada itu. 

Engkaulah yang mendatangkan ketenangan, ketenteraman, dan kasih sayang di muka bumi. Tugasmu bukan hanya di rumah, tetapi di semua tempat.

Seandainya hanya di rumah, tentu Hawaa.s. diciptakan setelah Adam a.s. diturunkan ke bumi. Nyatanya, Hawa, a.s diciptakan di surga sebelum Adam a.s. diturunkan ke bumi dan siap sebagai khalifah. 

Hawa, a.s. diciptakan agar ia menyiapkan Adam a.s. untuk tugas ini. Lihatlah sejarah para nabi, engkau akan dapati bahwa wanitalah yang mencetak orang-orang besar. Tugas wanita adalah mem’ berikan ketenangan dan memakmurkan bumi. Tugas pertamanya adalah menyiapkan laki-laki. Tugas kedua adalah menyertainya dalam melakukan perbaikan. Demikianlah hawa dengan tugas ganda; melakukan perbaikan di bumi dan menyiapkan Adam a.s

Abu Sa'id

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)