Duhai putriku sayang, belajarlah dari dua wanita Madyan (1)

Madyan yang riuh. Terik matahari menyengat kulit-kulit para penggembala yang sedang berkumpul memberi minum ternaknya.
Tak ada yang aneh hingga sepasang mata seorang pemuda yang sedang kelelahan setelah menempuh perjalanan ratusan mil itu sampai pada dua orang gadis yang sedang menghalau gembalanya.

 قَالَ مَا خَطْبُكُمَاۖ 
(Al-Qasas 28:23)

Dia (Musa) berkata, “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” 

Pertanyaannya yang begitu tegas, tanpa mukodimah apalagi sapa basa-basi. Lalu dijawab oleh keduanya pun dengan Izzah wanita beriman.

Al-Qasas 28:23

 قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ 

Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”
--
Kemarilah sayang, mari umi kisahkan. Tentang dua wanita Madyan, semoga kau dapat mengambil banyak pelajaran.

Bacalah nak, tadabburilah bagaimana mereka bersikap.
قَالَتَا artinya mereka menjawab, ya.. mereka nak! Keduanya bersama menjawab, agar tidak ada fitnah khalwat didalamnya.
Tidak ada yang mendahului atau ingin menunjukkan diri karena itu adalah upaya mereka menjaga diri. Maka, putriku sayang.. jika kelak kau sudah dewasa tak perlu kau tampilkan dirimu, kau tinggikan suaramu karena itu sama sekali takkan mengangkat kemuliaanmu, lihatlah sayang.. lihat bagaimana dua wanita Madyan itu memposisikan diri.

ا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ
Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya).
Ialah jawaban yang tersirat "kami menjaga diri kami dari bercampur baur dengan para laki-laki".
Sungguh akhlak yang hari ini hampir saja tak nampak dalam diri muslimah nak, akhlak yang tercabik oleh konsepsi kebebasan yang digaungkan oleh barat.
Inilah dalih yang dapat kau jadikan panduan sayang, panduan jika kelak kau terdesak untuk keluar mencari penghidupan (sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”).


 قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

Betapa singkat jawaban keduanya, ialah isyarat panduan Allah tentang cara kita berlaku kepada laki-laki yang bukan mahrom kita nak. 
Jawablah pertanyaan yang diajukan seperlunya dan tak mengundang pertanyaan lainnya.

....

Comments

Popular posts from this blog

#JKKB "Umi.. Apa cantik itu harus putih?"

(Agar tidak) Hilang arah

Teguh (?)